Sektor Ritel Diperkirakan akan Membaik di Tahun Politik

 Sektor Ritel Diperkirakan akan Membaik di Tahun Politik

Satu persatu gerai ritel di Indonesia terus berguguran sejak diterpa isu pelemahan daya beli yang disusul tumbuhnya bisnis online atau e commerce. Terakhir,  distributor tunggal sepatu merek Clarks PT Anglo Distrindo Antara juga menutup gerainya. Tercatat pada 2017 sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang menutup gerai usahanya, mulai dari 7-Eleven, PT Matahari Department Store, Hypermart, Ramayana, Lotus Department Store, dan Debenhams.

Meski gerai ritel harus menelan pil pahit, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai pertumbuhan ritel tahun ini diperkirakan sedikit membaik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada Triwulan IV 2017 yang mencapai 275.722 unit. Angka itu naik sebesar 2,00 persen (q-to-q) dan 1,48 persen (yoy).

“Tren penjualan kendaraan bermotor diprediksi meningkat seiring kenaikan pendapatan masyarakat di sektor perkebunan dan pertambangan. Jadi pertumbuhan ritel akan membaik,” kata Bhima saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2018.

Selain ditopang oleh kenaikan pendapatan masyarakat, pagelaran besar Asian Games 2018 serta pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) di pulau dewata Bali juga akan mendorong belanja masyarakat. Di sisi lain, Pilkada serentak tahun ini juga menjadi stimulus bagi konsumen lantaran uang yang beredar di masyarakat bisa naik 10 persen.

“Event-event besar dan belanja politik akan menggerakan sektor makanan minuman, rokok, akomodasi dan restoran,” imbuh dia.

Kendati demikian, kata Bhima ada syarat lain agar daya beli masyarakat segera pulih. Pertama inflasi pangan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi serta tarif dasar listrik hingga akhir 2018 harus terkendali. Kedua, kebijakan pemerintah terkait pajak harus lebih kondusif dan tidak terlalu membebani pelaku usaha.

“Orang kaya wait and see alias menahan belanja karena pajak makin agresif. Kebijakan pajak sebaiknya lebih kondusif dan dikomunikasikan dengan baik ke pelaku usaha,” tutur Bhima.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi penutupan gerai ritel di dalam negeri bakal terus berlanjut hingga 2019. Perubahan gaya hidup dipercaya menggerus kejayaan industri ritel modern yang sempat berkontribusi lebih dari Rp200 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sembilan persen.

“Masih terjadi, apalagi masuk tahun politik sampai 2019,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Nicholas Mandey di Jakarta, Rabu 1 November 2017 lalu.

Menurutnya pelemahan daya beli dimulai sejak 2015 ketika peralihan pemerintahan yang lama ke yang baru sehingga APBNP baru muncul di pertengahan tahun. Dengan begitu penyaluran dana untuk produktivitas di Kabupaten/kota terlambat. Ini berdampak dan menggerus sektor menengah ke bawah. Sementara menengah ke atas mulai mengubah pola belanja dan gaya hidup mereka.

Preferensi masyarakat, lanjutnya, juga berubah dari membeli barang menjadi membeli pengalaman seperti pergi ke restoran atau jalan-jalan.

“Leisure atau gaya hidup jalan-jalan kalangan menengah telah menggerus 50 persen pendapatan di industri ritel pada 2017,” ungkap dia.

Hal berbeda diungkapkan Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta. Dia optimistis tahun ini pertumbuhan industri ritel akan lebih baik karena pembangunan infrastruktur terus berjalan. Perbaikan industri ritel akan terjadi di semua lini baik ritel pakaian maupun ritel makanan. Meski begitu, pada kuartal pertama 2018, pertumbuhan ritel kemungkinan masih sedikit flat.

“Pembangunan infrastruktur itu kita harapkan jadi pendorong. Semua data yang negara keluarin serta pernyataan Menteri dan Presiden yang optimis bikin kita optimistis,” ujarnya di Jakarta 19 Desember 2017.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: