Cuaca Buruk Mengerek Harga Beras

BMKG memprediksi terjadi La Nina selama februari-Mei 2018 penyebab curah hujan tinggi dan mengacam produksi padi

Jakarta. Hati hati, cuaca buruk dan curah hujan tinggi bisa mengerek harga beras. Maklum, curah hujan berpeluang menyebabkan gagal panen padi sehingga mengerek harga beras.

Menurut prediksi badan metorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG), selama empat bulan ke depan terjadi La Nina penyebab curah hujan tinggi. Namun begitu BMKG meramalkan, tahun ini tidak akan terjadi cuaca ekstrem dalam waktu lama seperti tahun tahun sebelumnya. Menurut catatan BMKG, cuaca saat ini menuju tahap normal pada pertengahan tahun ini.

Kepala Humas BMKG Hary Trio Djatmiko mengatakan, pada bulan Februari sampai Mei 2018, akan terjadi La nina skala lemah. Bersamaan dengan waktunya panen raya, diperkirakan Indonesia akan mengalami curah hujan yang tinggi. Curah hujan akan turun memasuki bulan juni 2018.”jadi juni dan juli cuaca akan kembali normal,” ujarnya ke pada kontan, rabu (7/2).

Setelah itu mulai bulan Juli, curah hujan akan perlahan turun ke tingkat rendah. Dan dengan demikian cocok untuk pertanian. Sejauh ini, Hary bilang, BMKG belum mendapatkan adanya potensi perubahan cuaca yang signifikan sepanjang tahun ini.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengaku telah meminta Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian terutama padi dan mengantisipasi gagal panen akibat cuaca yang buruk. “saya sudah bilang ke Mentan, supaya menghitung potensi gagal panen akibat cuaca, serangan hama dan penyakit,” ujar Moeldoko.

Menurutnya pemerintah bertanggungjawab untuk menyediakan bahan pangan, seperti beras. Apalagi sampai saat ini harga beras masih dalam tren naik. “Kemarin saya cek ke Pasar Induk Cipinang Jakarta, harga beras masih naik rata rata Rp 400-Rp600 per kg,” ucapnya.

Selain masalah pasokan Moeldoko bilang, penghitungan produksi kerap tidak sesuai dengan apa yang  ada di lapangan. Hal inilah yang membuat harga beras terus mengalami kenaikan. Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa mengendalikan harga beras karena konsumsi beras orang Indonesia rata- rata mengalami penurunan setiap tahun. Sebab sudah banyak diversifikasi pangan pengganti beras.

Stok menyusut

Tingginya harga beras membuat langkah bulog untuk menyerap produksi padi petani terhambat. Kondisi ini membuat stok beras perum bulog terus menyusut. Mamasuki pekan kedua Februari 2018, stok beras digudang bulog tinggal 678.000 ton dari stok ideal 1,5 juta ton. Cadangan beras bulog diperkirakan akan terus tergerus karena bulog masih akan terus melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras. Pada bulan Januari lalu, total beras digelontorkan bulog mencapai 161.000 ton.

Direktur utama perum bulog Djarot Kusumayakti mengatakan beras impor yang dipastikan tiba pada 28 Februari 2018 hanya sebanyak 261.000 ton dari rencana impor beras pemerintah sebanyak 500.000 ton. Hal itu terjadi karena btas waktu yang pendek membuat perusahaan pemenang tender tidak mampu mencari dan mengirim beras sampai akhir bulan ini. “Nantinya beras impor itu akan kami simpan digudang sampai ada perintah dari rakortas untuk melepas ke pasar,” tandasnya.

Selain beras impor, Djarot bilang pihaknya juga akan sekuat tenaga menyerap beras petani yang diprediksi sudah memasuki panen raya pada akhir bulan ini. Menurutnya penyerapan bulog akan maksimal jika saat panen raya harga gabah sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). “Kalau pembelian komersial kami akan hitung agar tidak merugi,”ujarnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: