Imlek Kali Ini Tanpa Jeruk Mandarin

Pemerintah tak mengeluarkan izin impor produk jeruk mandarin menjelang imlek atau periode Januari-Februari 2018

JAKARTA. Bakal ada yang kurang dalam perayaan imlek tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya, imlek selalu diwarnai dengan membludaknya jeruk ponkam atau lebih dikenal jeruk mandarin, kini keberadaannya menghilang dari pasar.

Kementerian Perdagangan (Kemdag) tidak mengeluarkan izin impor jeruk mandarin pada bulan Januari-Februari 2018. Berdasarkan catatan Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo), Kemdag terakhir kali mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) jeruk mandarin bulan Oktober 2017. Artinya jeruk ini diperkirakan sudah habis terjual atau pun sudah busuk saat memasuki bulan Februari 2018.

Ketua Umum Aseibssindo Khafid Sirotuddin mengatakan, pemerintah tidak mengeluarkan izin impor jeruk mandarin menjelang imlek tahun ini karena ingin mendorong peningkatan konsumsi produk buah jeruk lokal. Apalagi ada juga jeruk asal Pakistan yang harganya lebih murah yang dinilai dapat menggantikan jeruk mandarin.

Menurutnya pemerintah memang tidak mengeluarkan SPI untuk impor jeruk mandarin pada dua bulan pertama 2018 untuk meningkatkan konsumsi buah lokal. “Impor jeruk mandarin asal China dilarang pada periode Januari hingga Februari 2018,” ujar Khafid kepada KONTAN, Senin (12/2).

Tak banyak mengungkap alasan. Kepada KONTAN, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemdag Oke Nurwan hanya mengatakan : “Tidak ada impor jeruk dari China”.

Setali tiga uang, Direktur Buah-Buahan Direktorat Jenderal Hortikultura Kemtan Sarwo Edhy hanya mengatakan, Kemtan tak mengeluarkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk impor jeruk mandarin awal tahun 2018 ini.

Rawan penyeludupan

Khafid mengklaim, pelaku usaha sebenarnya mendukung kebijakan pemerintah membatasi impor buah mandari agar jeruk lokal merajai pasar. Namun Khafid minta pemerintah juga meningkatkan pengawasan masuknya buah impor dari luar negeri.

Pasalnya, kerap terjadi penyeludupan buah jeruk mandarin berbarengan dengan masuknya buah impor yang tidak perlu rekomendasi impor dari Kemtan. Pengawasan perlu lebih ketat karena potensi penyeludupan besar seiring dengan permintaan jeruk mandarin yang meningkat pesat menjelang imlek.

Permintaan yang tinggi akan membuat harga naik tinggi pula. “Pengusaha bisa saja memanfaatkan momen Imlek ini untuk melakukan impor secara ilegal,” ujarnya memberi penjelasan.

Jeruk lokal dan kino dari Pakistan diharapkan bisa gantikan jeruk mandarin.

Sebagai informasi, jeruk merupakan komoditas yang memerlukan RIPH dari Kementerian Pertanian (Kemtan) serta SPI dari Kemdag. Sementara produk buah seperti pir, plum, berry, dan kiwi tidak memerlukan RIPH dan SPI. Alhasil, untuk impor hanya menyampaikan laporan isi kontainer.

Hilangnya jeruk mandarin di pasar memang terlihat jelas dibeberapa pasar tradisional dan modern. Berdasarkan pantauan KONTAN, di Pasar Manggarai semisal tidak terlihat jeruk mandarin yang biasanya dicari masyarakat menjelang hari raya imlek.

tidak hanya di pasar tradisional, ritel modern juga hanya menjual jeruk kino dan jeruk lokal yang digadang-gadang bisa menggantikan jeruk mandarin.

Masih adanya jeruk kino dan lokal itu membuat Khafid tidak terlalu khawatir dengan hilangnya jeruk mandarin. Sebab harga dua jenis jeruk itu lebih murah. Sebagai perbandingan harga jeruk mandarin di pasar Rp 20.000 per kilogram (kg) hingga Rp 25.000 per kg.

Sementara jeruk kino lebih murah lagi yakni sekitar Rp 18.000 per kg.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: