Ini yang Membuat Garuda Rugi Rp 2,88 T di 2017

Ini yang Membuat Garuda Rugi Rp 2,88 T di 2017

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2017 mencatatkan kerugian sebesar US$ 213,4 juta atau setara Rp 2,88 triliun. Berbanding terbalik dengan 2016 yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 9,4 juta atau sekitar Rp 126,9 miliar.

Ada beberapa hal yang menyebabkan maskapai berpelat merah ini mengalami kerugian. Pertama membengkaknya total pengeluaran yang naik 13% dari US$ 3,7 miliar menjadi US$ 4,25 miliar. Kenaikan yang paling besar dari biaya bahan bakar yang naik 25% dari US$ 924 juta menjadi US$ 1,15 miliar.

“Untuk fuel terkait sama harganya. Tapi sebenarnya bukan hanya karena peningkatan harganya tapi juga produksi (pesawat) meningkat jadi volume konsumsi bahan bakar juga naik,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury di Kantor Garuda Indonesia Kebon Sirih, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Selain itu di 2017, Garuda Indonesia juga harus mengeluarkan biaya extra ordinary yang terdiri dari pembayaran pengampunan pajak (tax amnesty) dan denda legal di pengadilan Australia yang totalnya mencapai US$ 145,8 juta.

Meski begitu, pengeluaran tersebut dianggap sebagai kebijakan manajemen dalam menyehatkan kondisi finansial perusahaan secara jangka panjang. Sedangkan partisipasi pada program tax amnesty tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan pajak yang tertunda sampai dengan 2015 lalu.

Selain itu fluktuasi penumpang juga cukup membuat keuangan Garuda Indonesia terganggu. Apalagi pada akhir tahun lalu terjadi erupsi Gunung Agung yang membuat penurunan penumpang internasional.

“Apakah pengaruh Gunung Agung, kalau kita lihat ada. Jumlah penumpang internasional kita memang mengalami penurun dalam satu hari estimasi pengaruh 1-1,5 juta,” tambah Pahala.

Sepanjang 2017 penumpang Garuda secara grup mencapai 36,2 juta penumpang. Angka itu terdiri dari penumpang Garuda Indonesia sebanyak 24 juta naik sedikit dari tahun sebelumnya 23,9 juta penumpang. Sementara penumpang Citilink naik dari 11,1 juta menjadi 12,3 juta penumpang.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: