Bulog Buka Lelang Impor 20.000 Ton Daging Kerbau Awal Maret

JAKARTA. Untuk merealisasikan impor daging kerbau tahap pertama sebanyak 20.000 ton, Perum Bulog akan membuka tender impor pada awal Maret 2018. Proses lelang itu menjadi bagian dari rencana Perum Bulog merealisasikan Surat Persetujuan Impor (SPI) daging kerbau asal India sebanyak 100.000 ton tahun ini. SPI daging kerbau diterbitkan Kementerian Perdagangan pada Kamis (22/2) lalu.

Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan, dari izin impor 100.000 ton daging kerbau asal India tersebut, pemasukannya ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal ditargetkan sebanyak 20.000 ton yang akan datang Maret akhir atau April 2018.

“Kami impor tiga bulan sekali, barang datang sekitar 7.000 ton per bulan,” ujar Andrianto kepada KONTAN, Jumat (23/2).

Menurut Andrianto, jumlah impor akan ditambah pada saat-saat tertentu ketika kebutuhan daging kerbau melonjak tinggi. Untuk itu lah, nantinya, Bulog akan menyewa gudang berpendingin untuk menyimpan daging-daging impor tersebut. “Kami usahakan tidak disimpan terlalu lama, karena nanti kualitasnya bisa turun,” lanjutnya.

ADDI mampu mejual daging kerbau Bulog rata-rata 4.000-5.000 ton per bulan.

Realisasi impor daging kerbau lebih banyak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan daging khususnya saat bulan ramadhan dan Lebaran 2018. Dengan stok yang cukup, saat permintaan daging meningkat drastis, Bulog sudah siap mengguyur pasar dengan daging kerbau murah seharga Rp 80.000 per kilogram (kg).

Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) yang selama ini menjadi mitra Bulog dalam mengedarkan daging kerbau menyatakan siap. Menurut Ketua Umum ADDI Ahmad Hadi, sampai saat ini ADDI masih terus mengindustribusikan daging kerbau Bulog.

Namun sayang Hadi enggan membeberkan beberapa banyak target yang mereka tentukan dalam menjual daging kerbau milik Bulog tahun ini. “Kami tidak pernah mematok target berapa besar daging yang akan mereka distribusikan setiap tahunnya, kami hanya menjual daging kerbau impor tergantung permintaan konsumen,” ujarnya.

Namun, dia menjelaskan selama ini, kebutuhan daging kerbau anggota ADDI mencapai 4.000-5.000 ton per bulan. Kebutuhan daging akan meningkat sekitar 150% atau menjadi sekitar 6.000-7.000 ton saat-saat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: