Pelaporan SPT Pajak Belum Bisa Bikin Happy

Dari target 17 juta pelaporan SPT, sampai 28 Februari 2018 realisasinya baru 2 juta SPT

JAKARTA. Tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun ini masih minim. Menjelang batas akhir pelaporan SPT pada 31 Maret 2018, baru 2 juta SPT yang masuk ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Padahal ada 17 juta WP yang wajib lapor SPT pada tahun ini

Direktur Pelayanan, Penyuluhan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menjelaskan, sampai Rabu, 28 Februari 2018 pelaporan SPT baru mencapai sebanyak 2 juta wajib pajak. Dari jumlah itu sebagian besar WP melakukan pelaporan secara online melalui e-Filing.

“Belum tahu persis detilnya, harus cek dulu,” jelas Hestu disela-sela acara Penandatanganan kerjasama antara Ditjen Pajak dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) di Pejaten, Jakarta selatan, Rabu (28/2).

Kondisi ini kontras dengan usaha Ditjen Pajak meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP) dalam melaporkan SPT. Sebab sosialisasi pelaporan SPT terus digencarkan kantor pajak belakangan, baik melalui kegiatan langsung, hingga menggunakan media sosial dan media elektronik.

Ditjen Pajak juga sudah mengirimkan surat elektronik ke wajib pajak untuk segera melaporkan SPT. “Kami sudah email blast kepada 972.000 peserta tax amnesty, mengingatkan mereka bahwa punya kewajiban untuk melakukan penyampaian laporan penempatan harta, yang jatuh temponya orang pribadi, peserta itu memang akhir Maret kalau badan dan SPT pada April,” jelas Hestu.

Bentuk satgasAjakan pelaporan SPT bahkan turut melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Hari ini saya melaporkan SPT tahunan pajak melalui e-filling. Nih, dan saya sudah mendapatkan bukti penerimaan elektroniknya,” kata Jokowi dalam video yang menjadi viral di media sosial.

Direktur Jendral Pajak Robert Pakpahan mengapresiasi ajakan pelaporan SPT oleh Presiden. “Pimpinan negara Presiden Jokowi sudah kasih contoh pada 26 Februari 2018 sudah mengisi dan melaporkan SPT secara e-filing dan caranya mudah bisa di kantor sendiri,” kata Robert.

Selain dengan sosialisasi, Ditjen Pajak membentuk Satuan Tugas (SATGAS) yang di tempatkan di kantor pusat, dan kantor wilayah. Hal ini disiapakan untuk mengantisipasi banyaknya masa yang datang untuk melaporkan SPT PPh perorangan menjelang batas batas akhir pelaporan 31 Maret 2018. Sedangkan SPT badan pada 30 April 2018

Pengamat pajak Danny Darusalam Tax Center Bawono Kristiaji yakini pola pelaporan SPT akan melonjak mendekati batas akhir. Untuk itu Ditjen Pajak harus mengantisipasi. Selain petugas, server juga harus diperkuat agar tidak down.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: