6 Catatan Penerimaan Pajak Selama Covid-19, Setoran Jeblok

https: img.okezone.com content 2020 09 03 620 2271928 6-catatan-penerimaan-pajak-selama-covid-19-setoran-jeblok-cVSegFTJDC.jpg

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan ada beberapa catatan penerimaan pajak selama pandemic covid-19. Pertama, realisasi penerimaan pajak makin merosot. Dengan rata rata yang hanya 93% maka perkiraan penerimaan pajak pada tahun 2020 sebesar Rp1.239 triliun.

“Angka ini bisa menimbulkan defisit anggaran yang membengkak,” ucap Peneliti Indef Nailul Huda saat webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Kedua, sektor penerimaan pajak jeblok semua. Menurut dia, jebloknya sektor ekonomi merupakan pendulang pajak. Sektor industri manufaktur dan perdagangan yang menjadi sektor pendulang pajak jeblok pada tahun 2019.

“Jadi sebelum pandemi ini sebenarnya penerimaan pajak pada dua sektor ini selalu menurun. Padahal dua sektor ini lah yang menyumbang sekitar 80% di Indonesia. Dan tahun ini dipastikan akan tambah jeblok,” katanya.

Ketiga, tax ratio juga terus mengalami penurunan. Bahkan selama kepemimpinan presiden Jokowi tax ratio ini paling rendah dalam dekade terakhir. “Jadi ini sebuah prestasi pemerintahan jokowi tax ratio nya terendah dalam dekade terkahir,” cetus Huda.

Keempat, program SPT tahunan yang digalakan tidak selalu efektif dan berjalan semakin melambat. “Mungkin hanya efketif di 2017 saja, saat ini tidak efektif karena pada beberapa tahun terakhir si wajib pajak tidak aktif bahkan cenderung tidak bayar. Ditambah pandemi ini maka semakin jeblok,” jelasnya.

Kelima, tax expenditure semakin naik namun hasilnya tidak signifikan. Tahun 2019, belanja pajak estimasi sebesar Rp257,2 triliun.

“Tapi kalau dilihat dari realisasi, ternyata belanja pajak makin lama makin naik dari tahun ke tahun namun tidak bisa dongkrak penerimaan, sehingga belanja pajak patut dievaluasi,” kata Huda.

Apalagi di tengah pandemi ini adanya peningkatan pajak itu tidak elok jika harus mengorbankan sektor tertentu seperti sektor kesehatan. “Padahal kita harus mendahulukan pandeminya daripada kejar sektor pajak,” ungkap dia. Keenam, penerimaan bea dan cukai dari IHT bisa menjadi penyelamat APBN.

Sumber: okezone

http://www.pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: