Mengais Devisa Lewat Diskon Pajak

lesstax

JAKARTA. Pemerintah akhirnya merilis paket kebijakan ekonomi jilid II di pengujung September  ini. Fokus pemerintah  dalam paket jilid II, pertama, memangkas waktu pemrosesan izin berbisnis di sektor kehutanan dan industri demi mendongkrak investasi.

Kedua, paket II ini bertujuan memberi  stimulus  untuk memupuk  cadangan  devisa. Resep yang digunakan untuk menarik cadangan devisa adalah mendiskon tarif pajak bunga  deposito  bagi  eksportir yang menyimpan devisa hasil ekspor  (DHE) di perbankan dalam negeri.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan besar diskon pajak bunga deposito  bagi  eksportir  yang menyimpan DHE-nya di dalam negeri bervariasi, bergantung pada jenis dan lama waktu penyimpanan devisa hasil ekspor.

Bambang optimistis insentif pajak yang akan diatur dalam Peraturan  Pemerintah  (PP) ini akan menuai minat eksportir. “Dari hasil simulasi kami, bunga  di  Indonesia  setelah dikurangi pajak deposito masih lebih tinggi 1%-2% daripada bunga di Singapura,” ujar dia, Selasa (29/9).

Tak menarik

Namun, Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro menilai, paket kebijakan ekonomi  jilid  II  tidak akan berdampak  signifikan  terhadap pebisnis. Menurutnya, yang dibutuhkan pengusaha saat ini adalah kemudahan berusaha.  “Diskon pajak bunga deposito DHE ini tak serta merta membuat eksportir langsung menaruh dananya di dalam negeri,” tutur dia.

Bagi pengusaha yang sumber bahan baku usaha di dalam negeri, otomatis akan memarkir DHE di bank domestik. Sementara, perusahaan yang sumber pendanaannya dan bahan bakunya dari luar  negeri,  tetap  akan memarkir hasil ekspor di bank-bank luar negeri Managing Director Grup Sinarmas Gandhi Sulistyanto.

Walau mengaku kebijakan ini merupakan  terobosan bagus pemerintah. Namun Sinarmas tak pernah  lama menyimpan DHE di perbankan nasional. “Karena terus berputar untuk biaya operasional,” ujar dia.

Corporate Affairs Manager PT Musim Mas Togar Sitanggang  menuturkan,  industri sawit tidak mungkin menahan devisa dalam waktu lama karena harus memutar roda bisnisnya.  “Mungkin  ini  bagus untuk menahan dollar di dalam negeri, tapi sulit dijalankan  karena  eksportir mesti beli bahan baku untuk ekspor berikutnya,” ujar dia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Eka wahyu Kasih bilang, untuk jangka pendek, kebijakan ini bisa menggoda pengusaha untuk menyimpan dana hasil ekspor di bank lokal. Namun,ia memprediksi kebijakan itu belum mampu mendatangkan banyak valas ke Indonesia.

Ia menyarankan, pemerintah untuk lebih fokus mendorong ekspor.  “Misal, dengan mengurangi bea masuk bahan baku untuk produk ekspor,” kata dia.

Adapun, Presiden Direktur Trisula International Tbk Lisa Tjahjadi menilai, kebijakan ini menarik bagi investor.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: