Berapa Porsi Penerimaan Pajak dalam APBN

23Setelah melalui pembahasan panjang, akhirnya DPR mengesahkan APBN 2016. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah tetap mengandalkan pajak sebagai sumber utama penerimaan negara. Yang menjadi pertanyaan saya, berapa porsi penerimaan pajak dari total rencana penerimaan negara tahun 2016? Apa ini artinya? Mohon penjelasan.

Yola – Bengkulu

Saudara benar, penerimaan pajak merupakan pilar utama penerimaan negara dalam APBN. Undang-undang APBN mengamanatkan agar prioritas sasaran pembangunan nasional dan prioritas nasional lainnya dapat tercapai, salah satu hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan penerimaan perpajakan.

Penerimaan perpajakan harus mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara. Sehingga wajar apabila terdapat kenaikan target penerimaan negara dari pajak seiring dengan kebutuhan belanja negara untuk pembangunan yang semakin meningkat.

Penerimaan negara yang besar sudah tentu akan menjadikan pemerintah dapat menyelenggarakan fungsi manajemen pemerintahannya secara lebih leluasa. Dengan begitu pencapaian tujuan-tujuan pembangunan yang telah direncanakan untuk kesejahteraan rakyat akan semakin mudah direalisasikan.

Dalam penetapan APBN 2016, pemerintah bersama DPR telah menyepakati besarnya belanja negara sebesar Rp 2.095,7 triliun. Sementara itu jumlah pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp 1.822,5 triliun. Ini artinya, porsi belanja negara tahun depan sebesar 86,9% akan didanai oleh pendapatan negara dan sisanya sebesar 13,1% (Rp 273,2 triliun) berasal dari pembiayaan anggaran. Untuk diketahui, pembiayaan anggaran terutama bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN).

Kembali ke APBN 2016. Dari jumlah pendapatan negara yang direncakanan sebesar Rp 1.822,5 triliun, sebesar Rp 1.360,1 triliun diantaranya bersumber dari penerimaan pajak. Sedangkan sebesar Rp 186,5 triliun merupakan penerimaan kepabeanan dan cukai. Penerimaan lainnya terdiri dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 273,8 triliun dan penerimaan negara dari hibah sebesar Rp 2 triliun.

Dari komposisi pendapatan negara di atas terlihat bahwa porsi penerimaan pajak mencakup 74,6% dari seluruh pendapatan negara. Apabila digabung menjadi satu pos penerimaan perpajakan, maka porsi penerimaan pajak dan kepabeanan-cukai secara bersama-sama akan meliputi 84,8% dari seluruh pendapatan negara. Hal ini menunjukkan bahwa peranan penerimaan perpajakan sangat dominan dalam postur APBN kita.

Meningkatnya peranan penerimaan perpajakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus melakukan penguatan pengelolaan fiskal guna memperkokoh fundamental pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Secara umum, strategi memperkokoh fundamental fiskal yang dilakukan pemerintah meliputi: (1) memperkuat stimulus yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penguatan daya saing; (2) meningkatkan ketahanan fiskal dan menjaga terlaksananya program-program prioritas di tengan tantangan perekonomian global dan mengendalikan risiko; serta (3) menjaga kesinambungan fiskal dalam jangka menengah dan panjang.

Adapun arah kebijakan umum perpajakan yang menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung strategi di atas adalah: (a) ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan perpajakan dengan tetap menjaga iklim investasi dunia usaha, stabilitas ekonomi, dan daya beli masyarakat; (b) peningkatan pelayanan dan kepatuhan wajib pajak dengan didukung perbaikan regulasi, administrasi, serta akuntabilitas; dan (c) dukungan insentif fiskal yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi nasional.

Di level yang lebih teknis, implementasi kebijakan perpajakan tersebut diwujudkan melalui: (a) penyempurnaan peraturan perundangan, termasuk revisi UU KUP dan penyiapan revisi UU PPh dan UU PPN; (c) memperkuat kerangka hukum dan implementasi di bidang kepabeanan; dan (d) implementasi penuh billing system modul penerimaan negara generasi kedua (MPN-G2). Demikian.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: