Kelesuan Usaha Membayangi Bank Asing

indexJAKARTA. Kinerja bank-bank asing yang berkantor di Indonesia ikut terseret ekonomi Indonesia. Sejumlah bank asing menargetkan pertumbuhan kredit di bawah target pertumbuhan kredit perbankan secara industri.

Citibank, semisal, hanya berani mematok target pertumbuhan kredit sekitar 10% sampai 12% di tahun depan. Sebagai perbandingan, secara industri, pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2016 diramal mencapai 12%-14%. “Memang di bawah target industri, namun kami juga melihat prediksi dari bank-bank besar,” ujar Batara Sianturi, Direktur Utama Citibank Indonesia, kemarin.

Setidaknya, target yang dipasang tersebut melebihi realisasi kenaikan di tahun ini. Per kuartal ketiga tahun 2015, kredit yang disalurkan Citibank tercatat tumbuh 7% menjadi Rp 41,3 triliun dari periode sama tahun lalu. Sedangkan, jumlah dana pihak ketiga (DPK) Citibank yang terkumpul hingga September 2015 mencapai Rp 56,2 triliun, naik 20%.

Citibank bakal memanfaatkan pertumbuhan sektor consumer goods dan turunan proyek-proyek infrastruktur dalam menggenjot bisnis di akhir tahun ini. Untuk korporasi, Citibank bakal mengambil peluang pertumbuhan melalui kredit sindikasi maupun capital market. “Kalau ritel ya bergantung belanja mereka,” jelas Batara.

Menilik data Statistik Perbankan Indonesia, pertumbuhan kredit kelompok bank asing hingga ketiga 2015 hanya naik 8,07% menjadi sekitar Rp 266,08 triliun.

Bahkan, laba bank asing juga melorot 17,5% menjadi Rp 5,41 triliun per September 2015. Penurunan laba bersih lantaran rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) membengkak.

 

Riskan

Bank asing lain, HSBC Indonesia juga menapaki tahun 2016 dengan pesimistis. Pertumbuhan kredit di tahun depan diprediksi stagnan. Di sepanjang ini, lembaga keuangan yang berstatus Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) itu memperkirakan pertumbuhan kredit di kisaran 6%. “Tahun depan juga sama, tidak akan lebih tinggi,” ujar Ali Setiawan, Managing Director Head of Global Markets HSBC Indonesia.

Menurut Ali, cukup riskan memaksa mengejar target yang agresif di tengah kelesuan ekonomi. Ia melihat, kondisi ekonomi Indonesia bergantung pertumbuhan China dan beberapa negara Asia lainnya.

Faktor lain yang mempengaruhi ekonomi domestik, yakni realisasi belanja pemerintah. “Mereka (bank asing) sedang kesulitan aset bermasalah, itu akan berdampak lebih besar lagi,” kata Ali.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: