Panama Papers, Bursa & Tax Amnesty

235875545Bocornya dokumen keuangan rahasia bertajuk Panama Papers, menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia. Di dunia, sejumlah tokoh, baik pemimpin negara, politisi, pengusaha, sampai olahragawan muncul sebagai nasabah firma hukum Mossack Fonseca.

Dari pemberitaan media, menyebutkan ada 2.961 nama baik individu maupun perusahaan dari Indonesia. Tentu saja hasil konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional atau International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) membikin geger.

Ada dugaan, nama-nama itu berupaya menyembunyikan harta untuk menghindari pajak atau menghilangkan jejak hasil kejahatan, terutama korupsi. Tapi kita tidak perlu membahas dari sisi dugaan negative. Hanya kita perlu tahu kaitan dengan perekonomian dan pasar modal tempat kita berinvestasi.

Perusahaan atau pengusaha Indonesia memiliki entitas atau badan hukum di negara lain dalam rangka berbisnis hal biasa. Ada yang menyebut offshore company atau perusahaan di luar yuridiksi hukum sang pendiri. Misalnya, Grup Lippo, Saratoga, Salim, atau lainnya memiliki beberapa anak usaha di negara lain. Umumnya di negara yang terbuka terhadap aliran dana asing dan biasanya menawarkan keunggulan, berupa pajak ringan bahkan bebas pajak.

Beberapa negara popular sebagai tax haven (surga pajak) itu seperti British Virgin Island (BVI), Cayman Island, Swiss, Panama, bahkan Singapura. Singapura tentu tidak bebas pajak, tapi relative lebih ringan dibandingkan Indonesia. Di negara tetangga itu juga menjadi salah satu kolam berkumpulnya pengusaha pemilik dana global untuk investasi.

Tapi untuk menyimpan uang di negara tujuan itu diharuskan membuat perusahaan berbadan hukum di negara setempat. Proses pembuatannya sangat mudah. Bahkan ada pengusaha yang menyebut, tidak perlu sampai menunggu sehari.

Perusahaan itu sering juga disebut paper company. Bentuknya berbagai macam. Seperti Special Purpose Company (SPC), Special Purpose Vehicle (SPV) atau Special Purpose Entity (SPE). Meski berbeda nama, prinsipnya sama, sebagai perusahaan atau lembaga dengan tujuan tertentu, umumnya untuk kegiatan teknis finansial. Keberadaan atau kepemilikan SPV, SME, maupun SPC adalah hal legal.

 

Umumkan ke publik

Dalam pendirian perusahaan kendaraan khusus itu, perusahaan induk, di bursa Indonesia hanya sponsor. Selain meminimalisir risiko, juga karena batasan perbedaan dan ranah hukum.

Rata-rata perusahaan konglomerasi di Indonesia memiliki offshore company. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) misalnya, dalam laporan keuangan akhir 2015 mencantumkan anak perusahaan ada di negara-negara yang disebut mudah dalam menyimpan uang dan investasi itu.

Seperti Infrastructure Capital International Limited dan Helix Investment Holding Ltd di BVI. Juga Asia Asset Manager Ltd yang bergerak di bidang investasi, terdaftar di Cayman Island. Atau Bakrie Fund Pte Ltd di Singapura.

Semua tercatat di laporan keuangan BNBR. Begitu juga perusahaan lain. Pendirian perusahaan di negara lain itu untuk meraih dana, baik kemitraan maupun pinjaman dari pemilik modal global.

Memang bisa juga hasil bisnis dalam negeri dijadikan modal bagi offshore company diputar sebagai investasi di perusahaan lain atau investasi di pasar modal dan pasar uang negara lain.

Yang pasti, jika terkait perusahaan atau badan hukum Indonesia, harus lapor ke regulator dan publik sehingga prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) terjaga.

Praktik bisnis dan investasi melalui SPV termasuk yang perlu dipublikasikan. Contohnya ketika PT MNC Investama Tbk (BHIT) mengumumkan pada 12 Desember 2013, terjadi perubahan kepemilikan. HT Investment Development Ltd, perusahaan beralamat di Palm Grove House, Road Town, Tortola, BVI, meningkatkan kepemilikan saham BHIT sebanyak 3,29 miliar saham. Transaksi pada 4 Desember 2013.

Harga pembelian Rp 300, sehingga total dana Rp 988,8 miliar. Tujuan transaksi untuk investasi. Walhasil, HT Investment Development Ltd menguasai 10,71 miliar saham BHIT atau 29,84% perusahaan induk Grup MNC.

Contoh lain, PT BW Plantation Tbk (BWPT) menyampaikan keterbukaan informasi masuknya dua perusahaan BVI sebagai pemegang saham baru. KS Development Ltd beralamat di Colombus Centre Suite 210 Road Town, Tortola, BVI, mengakusisi 405,1 juta saham BWPT 10 Desember 2013 melalui mekanisme pasar. BWPT juga kedatangan Matacuna Group Ltd yang membeli 558,38 juta saham atau setara 12,92%.

Negara pun lumrah membuat perusahaan kendaraan investasi. Misalnya, Indonesia ketika menerbitkan global bond membentuk paper company di negara tempat berkumpulnya para pemodal seperti, di Singapura atau Luksemburg, untuk memasarkan dan menawarkan global bond. Negara tujuan itu juga meminta Indonesia membangun lembaga khusus. Ketika global bond jatuh tempo bisa saja perusahaan atau lembaga bentukan itu dibubarkan.

Balik lagi ke soal Panama Papers, memunculkan kabar, dana milik orang atau perusahaan Indonesia di luar negeri mencapai ribuan triliun rupiah. Data Mckinsey akhir 2015 menyebutkan dana milik orang Indonesia di Singapura mencapai Rp 3.000 triliun.

Belakangan pemerintah Indonesia berupaya menerbitkan peraturan pengampunan pajak (tax amnesty). Skemanya masih dimatangkan. Tax amnesty diharapkan membawa pulang uang milik pengusaha atau perusahaan Indonesia di luar negeri itu. Bocornya data Panama Papers itu menjadikan tax amnesty menjadi sangat relevan.

Indonesia begitu ngotot supaya uang ribuan triliun rupiah pulang, sebab kita sedang gencar membangun. Membangun infrastruktur butuh biaya besar. Data RPJMN 2015-2019 dan Peraturan Presiden 75/2014 mencatat, indikasi kebutuhan investasi infrastruktur Rp 5.519 triliun. Porsi swasta diperkirakan Rp 2.818 triliun.

Imbasnya juga besar ke pasar modal Indonesia. Katakanlah Rp 2.000 triliun pulang, tidak mungkin perbankan dalam negeri sanggup menampung seluruhnya. Terlebih jika didepositokan, biaya bank langsung melonjak dan belum bisa mengalir menjadi kredit. Pilihan lain, masuk ke pasar modal. Ke pasar saham, reksadana atau obligasi.

 

Sumber: http://www.pengampunanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pengampunan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: