Produksi Dibatasi, Pengusaha Tak Soal

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk membatasi  produksi batubara hanya sebesar 400 juta ton per tahun mulai 2019 mendapat sambutan positif dari pengusaha. Pengusaha berharap, kebijakan ini akan member kepastian pembelian batubara dalam negeri, khususnya untuk proyek pembangkit listrik.

Menurut Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia, dengan asumsi tahun 2019 akan terjadi lonjakan demand batubara nasional oleh proyek listrik 35.000 MW. “Otomatis porsi ekspor berkurang,” tandas Hendra ke KONTAN, Selasa (10/5).

Sesuai Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) 2016-2050, kebijakan pembatasan ekspo batubara bertujuan untuk menumpuk cadangan energy untuk sumber energy masa depan. Sebab, belakangan, pemerintah tengah menggenjot program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt, yang sebagian besar menggunakan bahan bakar batubara.

Apalagi, kata Hendra, pengembangan proyek energi terharukan untuk listrik membutuhkan waktu agar mencapai nilai eknomi. Oleh karena itu, ia menilai, energy batubara masih akan dominan. Apalagi, “Pembangkit listrik batubara umumnya bisa berumur 25 tahun-30 tahun bahkan lebih lama,” ujar dia. Ini tentu membutuhkan cadangan batubara untuk listrik 35.000 MW. Hendra optimistis kebijakan ini tak akan merugikan perusahaan tambang.

Apalagi, tren ekspor batubara belakangan juga turun. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, ekspor batubara tahun 2012 mencapai 292 juta ton. Namun pada 2013 berkurang menjadi 208 juta ton. Kondisi ini terus melorot menjadi 185 juta ton di 2014, dan 151 juta ton di tahun 2015.

Dalam perkiraan pemerintah di Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2015-2019 kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik diperkirakan bakal meningkat, pada 2019. Adapun kebutuhan pasokan batubara untuk pembangkit listrik di dalam negeri mencapai 166 juta ton. Kebutuhan pasokan ini bakal terus meningkat jadi 226 juta ton pada 2050.

Dengan terus meningkatnya permintaan batubara di dalam negeri, Corporate Secretary PT Baramulti Suksesarana Tbk  Bernadeth Conny memprediksi pasar batubara menuju equilibrium baru. Dia menyebut produsen batubara yang memiliki biaya produksi efisien dan kompetitif yang bisa bertahan.

BSSR optimistis tahun ini bisa mencapai target produksi batubara 8,6 juta ton, naik 11% dibandingkan tahun lalu yang hanya 7,74 juta ton. Target ini disokong oleh beroperasinya tambang di Blok Bara 1&2 di Kalimantan Timur.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: