Buruh Siapkan Langkah Hukum Jegal Aturan Upah

8a034-upah2bburuh2b1

Buruh kecewa karena penetapan UMP di sejumlah daerah memakai formula PP Pengupahan

JAKARTA. Organisasi buruh di Indonesia menyiapkan sejumlah langkah hukum agar kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) bisa sesuai keinginan mereka. Selain menunggu putusan uji materi atau judicial review Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, mereka juga mempersiapkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan itu menjadi puncak dari kekesalan buruh atas penetapan UMP yang dianggap terlalu rendah, dan tidak sesuai dengan aspirasi mereka.

Riset KONTAN menunjukkan, hampir seluruh kepala daerah menetapkan kenaikan UMP sesuai formula PP Pengupahan di kisaran 8%. Seperti diketahui PP Pengupahan menentukan kenaikan UMP dari penjumlahan inflasi tahun ini yang diperkirakan cukup rendah sebesar 3% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan uji materi PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sebab menurutnya, dua minggu lalu, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan untuk menyidangkan gugatan buruh atas uji materi PP 78, khususnya pasal 44.

Gugatan uji materi dilayangkan buruh pada 10 Desember 2015. Uji materi terutama untuk pasal 44 yang terdiri dari tiga ayat terkait formula penghitungan upah minimum. Ayat (1), penetapan upah minimum dihitung menggunakan formula perhitungan upah minimum. Ayat (2), formula perhitungan upah minimum adalah: UMn = UMt +{UMt x (Inflasit + % Δ PDBt)}. Dan ayat (3), ketentuan lebih lanjut mengenai perhitungan upah minimum dengan menggunakan formula diatur dengan Peraturan Menteri. “Sampai saat ini, belum ada keputusan, “kata Said, Minggu (6/11).

Menurutnya, PP No 78/2015 telah melanggar UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sebab aturan tersebut telah menghilangkan hak berunding serikat buruh dan menetapkan kenaikan upah minimum  hanya sepihak pemerintah pusat.

PP itu juga mengabaikan UU no 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja dan konvensi ILO Nomor 87, 98, dan 131. Sebab dengan adanya aturan tersebut, kewenangan gubernur menetapkan UMP berdasarkan perundingan dengan dewan pengupahan telah sirna. Pasal 89 UU Ketenagakerjaan juga menyatakan, upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota dan ditetapkan oleh gubernur dengan memerhatikan rekomendasi Dewn Pengupahan Provinsi dan/atau bupati/wali kota.

Sementara, kovensi ILO yang sudah diratifikasi oleh Indonesia menyatakan, pemerintah dalam membuat peraturan terkait ketenagakerjaan harus melibatkan pekerja melalui forum tripartite, yang terdiri dari pengusaha, pemerintah dan pekerja.

PTUN PP Pengupahan

Said bilang, PP No 78/2015 telah memiskinkan kaum buruh dan rakyat kecil demi melindungi pemodal besar dan kepentingan asing “Ssambil menunggu keputusan MA, buruh akan mogok didaerah dan mogok nasional menolak kebijakan upah murah dan PP no 78/2015,”katanya.

Apalagi menurutnya, penetapan upah minimum tahun ini juga tidak masuk akal. Di saat Gubernur DKI Jakarta memutuskan UMP sebesar Rp 3,3 juta untuk tahun 2017, di sisi lain UMK Karawang tahun 2016 sudah Rp 3,3 juta, padahal kebutuhan hidup di Jakarta tiga kali lipat lebih mahal daripada Karawang.

Selain mengancam aksi demo, buruh juga akan membawa masalah ini ke jalur hukum lain. Menurut Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mirah Sumirat, pihaknya sudah siap memperkarakan persoalan pengupahan ini melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dia bilang, pengajuan gugatan ini akan dimasukkan ke PTUN pada bulan Desember mendatang.

Menurut Mirah, proses ke PTUN dilakukan karena untuk uji materi PP Pengupahan di MA masih tertahan dan belum ada perkembangan yang baik. Apalagi menurutnya PTUN tetap dapat dijalankan walau ketentuan yang lebih tinggi sedang dalam tahap penyelesaian di MA.

INS – 03 /PJ/ 2016

INS – 08 /PJ/2016

Penulis: Handoyo

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: