Perlu Habis-habisan Mendongkrak Ekonomi Kuartal IV

5

JAKARTA. Meski bisa meleset dari target, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini tembus 5%. Indikaisinya: data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 sebesar 5,02% (yoy).

Meski pertumbuhan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,18% (yoy), angka ini di luar perkiraan sejumlah ekonom. Sejumlah ekonom, sebelumnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun  ini tak menyentuh di angka 5%.

Presiden Joko Widodo bahkan mengaku prediksinya juga meleset. “Perkiraan saya di bawah 5% sedikit. ,Alhamdulillah, bisa di atas 5%,” ujar Presiden. Dia yakin, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 akan lebih baik.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III terbilang lumayan, mengingat ekonomi global yang belum kunjung bangkit. Hanya, masih banyak pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan ekonomi sesuai target.

Perlambatan ekonomi kuartal III 2016 lantaran kontribusi belanja pemerintah turun 2,97% disbanding kuartal 2015 yang tumbuh 6,28% (yoy). Pemangkasan anggaran serta turunnya belanja pegawai jadi sebab. Penyeluran gaji ke-13 tahun ini jatuh di kuartal II, sementara 20155 di kuartal III.

Kabar baiknya, konsumsi rumah tangga naik. Ini tecermin dari kenaikan penjualan ritel sebesar 11,89% serta kenaikan penjualan mobil dan produksi semen. Konsumsi sedikit melambat dibandingkan kuartal 2015 yang tumbuh 5,04%. Sektor ini menyumbanng 55,32% dari pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi didorong pengeluaran kelompok kesehatan dan pendididkan, transportasi, makanan, minuman. “Inflasi yang terjaga di angka 3,07% mempegaruhi daya beli rumah tangga,” kata Suharyanto.

Haya kinerja ekspor dan impor belum sesuai harapan. Ekspor semisal, kuartal III masih terkontraksi 3,69% (yoy). Ekspor barang turun sebesar 7,65%, namun ekpor jasa tumbuh 7,65%, namun ekspor jasa tumbuh 7,93%.

Tantangan ekspor impor masih berat lantaran ekonomi dunia belum akan pulih.

Dengan capaian kuartal III, Ekonom Maybank Indonesia  Juniman memprediksi, target pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,1% akan sulit tercapai. Jika ekonom kuartal VI tumbuh 5,1% , pertumbuhan ekonomi 2016 hanya akan mencapai 5,06%.

Pertummbuhan ekonomi kuartal IV akan didorong pengeluaran rumah tangga seiring Natal, tahunn baru, dan pilkada serentak dan pengeluaran pemerintah. “Pemerintah akan all out di akhir tahun,” kata dia. Ekspor akan tumbuh 0,3%, terdorong kenaikan harga komoditas. Impor juga akan tumbuh 0,4% (yoy).

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: