Lengah, Daging Kerbau Kemahalan

Hasil gambar untuk harga daging kerbauJAKARTA – Impor daging kerbau yang sedianya menjadi alternatif daging sapi yang mahal jauh dari kenyataan. Nyatanya, daging kerbau yang dijual di pasar mahal, mendekati harga daging sapi.

Maknya, Kementerian Pertanian (Kemtan) kini sibuk menyelidiki sebab musabab harga jual daging kerbau impor asal India yang menembus Rp 100.000 per kilogram (kg) di pasaran. Bahkan, sejak Senin (2/1) dini hari, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kemtan menerjunkan tim mengecek harga daging kerbau impor di sejumlah pasar.

Dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ini, Kemtan berkesimpulan pengawasan terhadap penjualan daging impor tidak maksimal sehingga memungkinkan terjadinya penyelewengan.

Direktur Jenderal PKH Kemtan I, timnya tidak menemukan harga daging kerbau impor dijual dengan harga Rp 100.000 per kg. Namun, tim Kemtan menemukan daging kerbau impor dijual dengan rentang harga Rp 75.000-Rp 90.0000 per kg. “Umumnya pedagang menjual daging kerbau impor ini disamarkan jadi daging sapi. Bila pembeli teliti, baru pedagang akan menginformasikan bahwa ini daging kerbau,” ujar Ketut kepada KONTAN, Selasa (3/1).

Penjualan daging kerbau impor asal India dengan harga Rp 90.000 per kg  jelas merupakan pelanggaran. Sebab, Bulog diberikan kuota impor daging kerbau 70.000 ton tahun lalu adalah untuk menekan harga daging di pasaran. Harga daging kerbau ini diharapkan hanya di bawah Rp 80.000 per kg di pasaran.

Ketut mengakui, belum ada pengawasan peredaran dan penjualan dari importir serta distributor. Sisi pengawasan ini sharusnya menjadi urusan Bulog setelah bekerjasama dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) untuk proses distribusinya akhir tahun lalu.

Dalam kerjasama Bulog dan ADDI,telah disepakati, Bulog menjual daging kerbau ke ADDI dengan harga Rp 55.000 per kg dan ADDI menjual daging itu maksimal dari Rp 80.000 per kg.

Beda jenis, beda harga

Namun fakta di lapangan, anggota ADDI justru menjual daging kerbau dengan harga di atas Rp 80.000 per kg dan lebih parahnya mengelabui konsumen yang kurang kritis. Hal ini bukan hanya mencederai kesepakatan antara Bulog dan ADDI, tapi juga mengarah pada pelanggaran perlindungan konsumen karena bisa merugikan konsumen.

Terkait tudingan tersebut, Ketua ADDI Ahmad Hadi mengatakan, informasi soal harga daging kerbau yang dijual diatas harga yang disepakati antara Bulog dan ADDI tidaklah benar. Dari hasil pemantauan yang dilakukan ADDI memperoleh data yang berbeda soal penjualan daging kerbau impor ini harga rata-rata di bawah Rp 80.000 per kg atau di bawah harga maksimal yang ditetapkan.

Ahmad menjelaskan, ADDI membeli daging kerbau dari Bulog dengan 12 macam yang berbeda tiap kontainer. Maka harga jualnya pun menyesuaikan jenis daging yang dipilih.

Ahmad mengambil contoh, untuk konsumen pabrik jenis daging paha depan dengan harga jual Rp 50.000 per kg. “Konsumen rumah makan bisa menggunakan jenis daging paha belakang dengan harga sekitar Rp 65.000-Rp 75.000 per kg,” imbuhnya.

Kalaupun ada distributor yang menjual dengan harga Rp 90.000 per kg, Ahmad bilang, hal itu karena pembeli akhir meminta agar daging beku tersebut dicairkan, sehingga terjadi penyusutan berat. Alhasil, beban biaya ini dibebankan ke pembeli.

Penulis: Noverius Laoli

Sumber: Harian Kontan, 4 Januari 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: