Sama-Sama Menawari Kredit tanpa Agunan

8865e-money2

Kini pilihan sumber pembiayaan semakin beragam. Menjamurnya pemain financial technology seolah menambah keleluasaan bagi calon peminjaman untuk beraksi. Bukan cuma semarak, konon layanan mereka lebih ungul ketimbang lembaga keuangan konvensional seperti bank atau multifinance.

Nah betulkah kredit via finantech lebih menguntungkan dan membuat nyaman para pencari pinjaman ? Berbagai survei menunjukkan, sejatinya banyak orang Indonesia belum familiar dengan bank. Sekitar 63,7% penduduk Indonesia yang berumur 25 tahun ke atas tak punya rekening bank. Itu ujar data Bank Dunia seperti dikutip riset Google Temasek yang mengupas ekonomi internet Asia Tenggara.

Kenyataan tersebut sejalan dengan data Bank Dunia berikutnya. Selama 12 bulan terakhir, 57% orang Indonesia meminjam uang dari berbagai sumber. Nah, dari lebih separo populasi orang Indonesia yang berutang itu ternyata hanya 12% yang meminjam dari instititusi keuangan konvensional ini yan diincar oleh fintech.

Jenis fintech yang tengah hangat adalah peer to peer leding yang paying hukumnya baru dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Disebut peer to peer lending menarik untuk dilirik pendamba kredit. Duit utangan bisa dipakai berbagai hal. Secara umum, kredit yang mereka tawarkan sama dengan tawaran perbankan : kredit konsumtif perorangan dan kredit produktif. Adapun kredit usaha bisa dimanfaatkan oleh perorangan maupun badan usaha.

Banyaknya pilihan fintech peer to peer  mengharuskan masyarakat belum tentu layanan mereka cocok dengan kebutuhan calon peminjam. Atau, malah bisa jadi tawaran kredit dari fintech ini sama sekali tak cocok. Jadi, bagi anda yang tengah berburu kredit untuk kebutuhan konsumtif sebaiknya anda menyimak betul seperti apa penawaran fintech dan bagaimana perbandingannya dengan institusi keuangan konvensional.

Tawaran kredit fintech mirip kredit bank

Pada hakekatnya kedit konsumtif di fintech seperti kredit tanpa anggunan di perbankan. Nilai pinjaman lebih kecil dan tenor lebih pendek ketimbang kredit usaha. Calon nasabah yang mereka bidik pun sama, yakni perorangan.

OJK sudah memberikan panduan soal batas maksimal kredit yang bisa diberikan oleh fintech, yakni sampai Rp 2 miliar. Namun, dalam praktiknya, pengelola fintech PTP memberikn batasan nilai kredit yang lebih rendah dari itu.

UangTeman, misalnya mematok plafon kredit hanya antara Rp 1 juta hingga Rp 4 juta rupiah. Nilai pinjaman yang kecil tertentu berdampak pada jenis kebutuhan yang cocok dipenuhi dengan pinjaman ini.

Plafon pinjaman personal yang lebih besar ditawarkan oleh Investree. Lumayan sih, kalau untuk belanja. Nilainya Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.

Mari bandingkan dengan tawaran kredit dari bank. Rata-rata KTA bank memiliki plafon jauh lebih besar. Bank BRI bisa memberikan pinjaman hinga Rp 100 juta. KTA Bank Mandiri malah bisa mentok hingga sampai Rp 750 juta.

Soal tenor, fintech juga menawarkan masa pinjaman yang lebih singkat. Tenor pinjaman fintech rata-rata tak lebih dari 24 bulan. Salah satu fintech PTP yang menawarkan masa tenor hingga 24 bulan adalah Pinjam.co.id. Menurut Teguh Basuki Ariwibowo, founder Pinjam.co.id, pinjaman ini bisa dimanfaatkan oleh karyawan yang perusahaannya sudah berkerjasama dengan Pinjam.co.id dengan nilai pinjaman maksimal Rp 25 juta per nasabah.

Tak semua fintech member keleluasaan peluasan sepanjang itu. Tenor di UangTeman Cuma 30 hari.

Bank menawarkan tenor lebih panjang. KTA dari BRI bisa diangsur selama 12 bulan sampai 60 bulan . Rohan Hafas,Seketaris Perusahaan Bank Mandiri malah menyebut tawaran KTA Mandiri malah bisa dilunasi hingga 10 tahun.

Soal bunga, fintech belum berani menawarkan bunga yang menarik. Pinjam.co.id mengenakan bunga atau dalam istilah teguh disebut biaya sewa modal sebesar 1,9% per bulan. Pinjaman dari UangTeman malah dibebani bunga lebih besar lagi, yakni 1% per hari. Adapun di Investree besaran bunga bervariasi antara 0,9%-2,2% flat perbulan. Menurut Adrian Gunadi, peminjam bergantung scoring. “Scoring merupakan engine kami yang berkerja untuk melakukan analisis tingkat risiko si peminjam,” kata Co-Founder & CEO Investree tersebut.

Nah, lagi-lagi tawaran buga KTA bank lebih menarik. Asal, calon debitur pintar-pintar saja menyeleksi berbagai tawaran. Bank Permata, misalnya memberikan bunga 1,29 hingga 1,79% flat per bulan. KTA dari Bank Mandiri bisa menjadi contoh “Suku bunga KTA BanK Mandiri mulai dari 0,7% flat per bulan, setara 15,25% per tahun floating,” kata Rohan.

Di BRI, bunga KTA 0,67% flat per bulan dengan tenor 12 bulan hinga 0,85% untuk tenor 12 bulan hingga 0,85% untuk tenor 60 bulan. Cuma, kredit ini hanya diberikan untuk karyawan tetap di perusahaan yang penggajiannya lewat BRI.

Sampai titik ini, anda mungkin tertarik mencari kredit di fintech. Tapia was, jangan buru buru menepis kemungkinan meminjam dari mereka. Nilai pinjaman yang lebih kecil, bunga lebih gede dan tenor yang lebih pendek sebetulnya sesuai tingkat risiko yang mereka tanggung. Sebab, secara umum fintech memang lebih fokus menjangkau calon peminjam yang tidak bisa diakomodir oleh bank.

Dumoly Pradede menyebut, perbatasan plafon kredit fintech memang sengaja dirancang agar mereka ermain di segmen kecil ke bawah. “Jangan sampai mereka masuk ke kelas lebih besar yang menjadi wilayah perbankan atau perusahaan pembiayaan besar,” kata Deputi Komisioner Pengawas Industru Keuangan Non Bank (IKNB) OJK ini.

Persyaratan pengajuan kredit individu di fintech memang relatif lebih mudah untuk dipenuhi. Proses pengajuan aplikasinya cukup dilakukan secara daring. Waktu yang dibutuhkan mulai dari mengisi aplikasi hingga dananya cair juga singkat. Di Investree, kata Adrian, karyawan yang perusahaannya sudah berkerja sama dngan Investree bisa menerima dana pinjaman dalam tempo satu hari sejak aplikasi diajukan.

Bagi nasabah yang mengajukan pinjaman kedua dan selanjutnya, serta histori kreditnya bagus, beberapa fintech malah bisa mencairkan uang pinjaman dalam tempo yang sangat singkat. “pada pinjaman kedua dan ketiga, enggak sampai 30 menit bisa langsung ditransfer,” ujar Roby Ramdan, salah satu nasabah UangTeman.

Lantaran profil risiko dan data nasabahnya sudah terekam dengan baik, bunga pinjaman menurun. Jika pinjaman pertama dikenakan denan bunga 1% per hari, berikutnya nasabah hanya membayar 0,75% per hari.

Semula kondisi serupa sulit ditemui di perbankan. Apalagi jika yang mengajukan adalah nasabah baru dan sebelumnya tidak memiliki rekam jejak di perbankan. Namun belakangan bank juga semakin gencar memasarkan produk KTA nya. Termasuk melalui fintech pembanding produk keuangan. Sehingga proses pengajuannya juga lebih mudah dan cepat. Transaksi perbankan tetap ada untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah.

Sebagai contoh tawaran KTA dari bank DBS. Lewat fintech pembangind produk keuangan cermati.com, DBS menawarkan prmosi bunga kredit 0,99% setara flat per bulan untuk pinjaman diatas Rp 50 juta. Untuk pinjaman hingga Rp 50 juta bunganya 1,29% per bulan. Maksimal pinjaman yang bisa diajukan Rp 200 juta dengan tenor 12 bulan, 24 bulan dan 36 bulan.

Nah, dalam penawarannya, proses pengajuan KTA hingga dana pinjaman cair hanya butuh 3 hari. Namun, penawaran ini hanya berlaku bagi debitur yang mengisi aplikasi pengajuan di Jabodetabek . Plus melampirkan fotokopi kartu kredit aktif dengan masa kepemilikan kartu lebih dari 1 tahun.

Bank Mandiri meski belum menajakan KTA lewat daring, mengklaim prosesnya juga cepat. Dalam dua sampai tiga hari sejak dokumen kredit lengkap diterima bank, dana pinjaman sudah bisa dicairkan oleh pengutang.

Nah dengan karakteristik kredit di fintech peer to peer, tentu bedampak pada jenis keutuhan yang ingin dipenuhi oleh nasabahnya. Kebutuhan dana yang mendesak dan harus segera dipenuhi menjadi kata kunci yang digunakan sebagian nasabah fintech jenis ini.

Indah Ratnawati, seorang karyawati di perusahaan jasa logistic di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat menggunakan prinsip ini. Tahun lalu, Indah juga bekerja samba kuliah mengalami kesulitan keuangan, Ia harus segera membayar biaya pendidikannya. Padahal, pada tenggat waktu yang ditentukan, belum waktunya ia menerima gaji.

Lantaran harus segera diayar ia mencoba meminjam dari temannya. Namun ia disarankan untuk meminjam ke UangTeman.com. Singkat cerita setelah mengajukan aplikasi uang 2 juta yang dipinjamnya cair. Bunga yang ia bayarkan per hari Rp 20.000 alias 1% per hari.

Bagi Indah, bunga yang dibayarkan memang besar sekali. Tapi karena terdesak dan tidak memiliki barang yang bisa digadaikan, ia tak punya banyak pilihan. “Ya, makanya jangan lama-lama tempo minjamnya. Cukup dua atau tiga hari. Kalau sampai 30 hari bisa besar banget bunga yang ditanggung,” katanya.

Sumber: Harian Kontan, Senin 30 Januari 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: