JAKARTA. Pemerintah terus bersiap menggelontarkan subsidi pangan dalam bentuk non-tunai (voucher pangan) untuk 1,4 juta rumah tangga sasaran pada tahun ini. Kini, pemerintah tengah menyiapkan warung dan agen yang akan melayani pembelanjaan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini pemerintah telah bekerjasama dengan 9.872 e-warung dan agen untuk melayani kebutuhan masyarakat penerima bantuan. Jumlah ini melebihi target e-warung dan agen yang ditetapkan pemerintah untuk melayani 1,4 juta rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan yakni sebanyak 1.400 e-warung. “Jumlah e-warung sudah semakin banyak” ujarnya Senin (6/2).
Meski begitu, pemerintah akan terus menambah jumlah agen penyalur dan e-warung sebagai outlet belanja kebutuhan pangan bagi para penerima bantuan. Ini dilakukan untuk mengatisipasi penambahan jumlah penerima bantuan yang akan menikmati subsidi pangan lewat voucher pada tahun 2018.
Menurut Khofifah, dalam rencana kerja pemerintah tahun 2018 jumlah penerima subsidi pangan lewat voucher pangan akan ditingkatkan menjadi 10 juta RTS dari total penerima subsidi beras untuk rakyat sejahtera (Rasta) sebanyak 15,5 juta RTS.
Berdayakan Masyarakat
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad menyatakan, untuk menambah jumlah agen penyalur, pemerintah akan memberdayakan para pedagang di pasar untuk menjadi agen. Nantinya, para pedagang ini akan diberikan pendampingan agar bisa menjadi agen tempat belanja bahan kebbutuhan pangan bagi penerima subsidi.
Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan agen mitra penyedia bahan kebutuhan pokok di luar skema e-warung dan agen dalam penyaluran bantuan voucher pangan pemerintah ingin memberdayakan masyarakat. “Untuk e-warung penerima program keluarga harapan misalnya, saat pengepakan satu bungkus beras dari Bulog dapat Rp 300 per bungkus, dengan upaya ini diharapkan mereka bisa lebih berdaya,” katanya.
Catatan saja mulai tahun ini pemerintah akan menggelontarkan subsidi pangan lewat voucher pangan. Tahun ini, voucher pangan akan disebarkan ke 1,4 juta RTS di 51 kabupaten/ kota. Perinciannya, 40 kota dan sisanya 11 kabupaten. Total anggaran yang disiapkan Rp 1,6 triliun.
Voucher pangan akan berisi saldo Rp 110.000 per bulan per RTS. Keluarga penerima bantuan ini otomatis akan dibuatkan rekening di bank pemerintah yang tergabung dalam himpunan bank negara (Himbara) sebagai penyalur subsidi.
Pemerintah meyakini penyaluran subsidi pangan non tunai akan lebih efektif dan lebih tepat sasaran lantaran hanya bisa dibelanjakan untuk kebutuhan tertentu. Masyarakat bisa menggunakan voucher pangan ini untuk belanja kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan telur.
Sumber : Kontan, Selasa 7 Febuari 2017
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar