Pajak Final Lebih Mudah

Hasil gambar untuk apindo

Rencana Direktorat Jendral Pajak melakukan perubahan aturan pajak penghasilan di sektor properti dan konstruksi dari sebelumnya ditarik final menjadi bebasiskan pembukuan ini set back. Sebetulnya dulu kami para pengusaha yang mengusulkan pajak final. Sebab, menurut kami, akan sulit bagi Ditjen Pajak menghitung cost kami.

Cost dar sektor konstruksi saja hampir ratusan macam barang. Mulai dari pasir, semen dan lainnya. Selain itu jumlahnya masih ada 200 macam barang lagi. Saat itu, Ditjen Pajak kesulitan untuk menghitungnyam sehingga pengusaha mengusulkan pajak final saja, agar perhitungannya lebih gampang. Kalau tidak, mereka harus menghitung satu per satu.

Ditjen Pajak dulu tidak punya orang untuk itu dan tidak memiliki sistem IT yang memadai. Saya dulu melihatya begitu. Itu 10 tahun yang lalu dan diberlakukan pajak final supaya lebih gmpang. Pertanyaan jika sekarang mau kembali seperti dulu kenapa malah jadi mundur ke belakang ?

Saat ini, penurunan pajak dari properti dan konstruksi disebabkan karena sektornya melemah dan daya belinya menurun. Ekonomi juga tumbuh melambat sehingga tidak bisa disalahkan sistemnya.

Saat ini sebagian besar sektor industri tidak menggunakan PPh final. Kalau ada sektor-sektor tertentu yang saat ini menggunakan sistem PPh final dan dikembalikan lagi ke pembukuan, nanti Ditjen Pajak justru susah menghitungnya.

Yang ada malah nanti tidak percaya kepada pembukuan pengusaha. Jika Ditjen Pajak merasa punya orang yang cukup dan sistem yang cukup ya silahkan saja.

Sebenarnya isu ini keluar dari siapa ? Dari Ditjen Pajak atau pendapat pribadi yang bisa menimbulkan ketidakpastian baru. Sehingga orang kembali takut melakukan transaksi.

Sebaiknya hal ini juga dibicarakan dengan para pelaku di sektor properti agar menemukan jalan yang efisien. Jadi peraturan baru bisa berjalan dengan baik.

Sumber: Harian Kontan, Rabu, 26 April 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: