Direktur Eksekutif Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 moderat meski tetap optimistis. Menurutnya, ini menjadi pertanda baik khususnya bagi kebijakan fiskal yang berkesinambungan dan sehat.
“Target penerimaan pajak menurut kami cukup realistis dan moderat, meski tetap menunjukkan optimisme yang cukup tinggi karena target pajak di APBN-P 2017 hanya naik sekitar 9 persen,” ujarnya dalam Diskusi Publik di Tjikinii Lima Cafe, Jakarta, Selasa (22/8).
Dia memproyeksikan penerimaan pajak dalam RAPBN 2018 akan meningkat 21 persen dari proyeksi penerimaan pajak 2017. Salah satu pendorongnya adalah program Tax Amnesty yang baru dirasakan di tahun 2018 mendatang.
“Berdasarkan proyeksi kami, penerimaan pajak pada tahun 2017 berkisar Rp 1.169,86 triliun atau mencapai 94,14 persen dari target penerimaan pemerintah,” imbuhnya.
Yustinus menambahkan, program yang berakhir pada Maret 2017 lalu telah memberikan sumbangan besar terhadap penerimaan pajak di tahun 2017. Sehingga, dia memproyeksikan program ini masih akan berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak di 2018.
“Jika Amnesti Pajak ini dikecualikan, kinerja penerimaan pajak hanya sebesar 8,49 persen atau Rp 578,6 triliun, karena faktor amnesti pajak di September 2016 kontribusinya cukup signifikan,” pungkasnya.
Sumber : merdeka.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar