Cara Sederhana Sri Mulyani Jelaskan Soal Utang Negara Rp 3.779 T

Hingga Juli 2017, total utang pemerintah pusat mencapai Rp 3.779,98 triliun. Angka itu naik Rp 73,46 triliun dari posisi utang di Juni 2017 sebesar Rp 3.706,52 triliun.

Bertambahnya utang pemerintah tentu dipertanyakan oleh banyak pihak. Apakah besaran utang tersebut masih aman bagi sebuah negara berkembang seperti Indonesia?

Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku bendahara Negara Indonesia menjawab, bahwa utang merupakan hal yang wajar bagi semua negara. Hampir seluruh negara di dunia memiliki utang, hanya negara-negara kecil yang menjadi surga pajak (tax haven) yang tidak memiliki utang, yang juga dia sebut sebagai negara perjudian.

“Di seluruh dunia, 190 negara semuanya punya utang. Kecuali 2 negara kecil yang merupakann tax haven yang jadi pusat pejudian, dia enggak punya utang. Tapi semua negara punya utang,” tuturnya dalam acara Workshop Nasional Perempuan Legislatif Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Menurutnya, utang bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Akan tetapi utang harus dikelola secara hati-hati dan tidak sembrono.

Dia menjelaskan pengelolaan utang yang benar dengan menganalogikan pengalamannya sewaktu kecil di keluarganya. Sri Mulyani merupakan anak ke tujuh dari 10 bersaudara. Dengan jumlah itu dia memandang seharusnya orangtuanya tidak bisa menyekolahkan semua anaknya hingga masuk perguruan tinggi.

“Tapi ternyata semuanya bisa masuk ke universitas. Sebagian bisa masuk karena beasiswa, sebagian dititipkan (utang). Ibu saya pinjam ke kakaknya atau adiknya. Dulu minjam Rp 1 juta untuk kuliah. Sekarang sudah jadi Sri Mulyani seperti ini, kalau dibandingkan pendapatan saya di Bank Dunia besar sekali,” tuturnya.

Sri Mulyani menjelaskan, itu artinya, utang kalau dikelola dan awasi dengan baik, maka bisa menjadi solusi untuk memperbaiki keadaan dan bukan berarti negara harus menjadi candu akan utang.

Namun dirinya juga meminta, agar pemerintah selalu diawasi dalam hal pengelolaan utang. Utang tersebut harus menjadi manfaat bagi negara, seperti pembangunan infrastruktur.

“Saya katakan apakah (utang) jumlahnya sudah mengkhawatirkan, apa yang perlu diwaspadai dan apakah digunakan untuk hal yang produktif atau tidak. Itu yang perlu diawasi. Apakah utang ini akan menjadi jalan atau pembangkit listrik. Itu yang perlu kita awasi,” tukasnya.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: