Penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sedan dari 30 persen menjadi 10 persen dapat menyelamatkan penjualan sedan dari keterpurukan. Ekspor mobil kendaraan utuh pun (completely built up/CBU) ditargetkan naik.
“Tarif pajak yang tinggi akan membatasi kemampuan konsumen membeli sedan. Namun, jika pajak direlaksasi, pasti akan mendorong penjualan,” ujar Direktur Administration, Corporate & External Relations PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam di Jakarta, belum lama ini.
Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, penjualan sedan terus tergerus, bertolak belakang dengan pasar yang stabil. Salah satu pemicunya adalah harga yang mahal, akibat dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 30 persen.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Juli 2017, penjualan sedan turun 25 persen menjadi 6.375 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 8.475 unit. Padahal, pasar mobil tumbuh 4,2 persen menjadi 618.984 unit. Penjualan sedan juga sangat jauh di bawah low multi purpose vehicle (MPV) sebanyak 143.650 unit, MPV 48.450 unit, low sport utility vehicle (LSUV) 58.552 unit, dan SUV 36.421 unit.
Dengan penurunan PPnBM, harga sedan dapat bersaing dengan beberapa jenis mobil lain, seperti MPV, hatchback dan LSUV. Alhasil, penjualan berpotensi naik. Kendati begitu, Bob enggan menyebutkan berapa potensi kenaikan penjualan sedan, setelah PPnBM dipangkas. “Penurunan PPnBM sedan akan berdampak positif terhadap industri otomotif,” katanya.
Bob menilai, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) Indonesia untuk menggenjot ekspor. Pertama adalah menjalin perdagangan bebas (free trade agreement) dengan sejumlah pasar potensial. Selain itu, diperlukan pendalaman industri untuk mengerek daya saing. “Jadi, belum tentu ekspor naik, setelah pajak dipangkas. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, termasuk rantai pasokan industri otomotif,” papar dia.
Saat ini, TMMIN merakit sedan Vios, yang dipasok ke pasar domestik dan ekspor. Adapun sedan-sedan lain yang dipasarkan di Indonesia kebanyakan
diimpor dari Thailand.
Sebelumnya, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyatakan, agar industri otomotif tumbuh berkelanjutan, pihaknya meminta pemerintah segera menurunkan PPnBM sedan. Hal ini dapat menggenjot ekspor industri mobil, lantaran penjualan sedan di pasar domestik naik.
Jika domestik sudah kuat, dia menyatakan, Indonesia berpeluang menggenjot ekspor sedan dengan volume tinggi. Selama ini, Indonesia adalah basis produksi MPV. Namun, mobil ini kurang laku di pasar ekspor. Mobil yang banyak diburu pasar ekspor adalah sedan.
Sumber : rmol.co
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak

Tinggalkan komentar