Ingin Investasi Deposito, Begini Cara Menghitung Bunganya

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Deposito di Usia 20 Tahun

Karena tak terlalu berisiko, investasi deposito sering menjadi pilihan para investor. Lalu, bagaimanakah cara menghitung bunganya?

Mudah dilakukan dan punya risiko yang minim adalah beberapa keuntungan dari investasi deposito. Investor tak perlu stres untuk melihat tren seperti saat melakukan investasi saham. Apalagi, Anda bisa dapat bunga yang cukup tinggi dari investasi deposito.

Sebenarnya, apa itu deposito? Seperti ditulis di Swara Tunaiku, Senin (8/10/2017), deposito adalah instrumen untuk menyimpan uang di bank yang modelnya mirip dengan menabung.

Bedanya adalah Anda tak bisa mengambil uang sewaktu-waktu. Anda hanya bisa mengambilnya pada waktu yang telah disepakati dengan bank. Jika melanggar, maka penalti akan diterapkan dan nasabah harus siap untuk membayarnya.

Meskipun demikian, deposito tetap dilirik banyak investor karena rendahnya risiko dan juga lebih aman dari tabungan konvensional. Apalagi nih, deposito juga punya suka bunga yang cenderung lebih tinggi dari jenis simpanan lainnya.

Sekarang, apakah Anda makin tertarik untuk memilih deposito? Jika iya, Anda harus mempelajari hal-hal penting berkaitan dengan deposito. Salah satunya, mempelajari pajak bunga deposito dan bagaimana cara untuk menghitung keuntungan. Yuk, baca penjelasannya di bawah ini.

Pajak bunga deposito

Ketika memiliki deposito, Anda akan memperoleh untung yaitu suku bunga. Namun, suku bunga ini dikenai pajak yang harus dibayar. Inilah yang disebut dengan pajak bunga deposito, atau lebih tepatnya disebut dengan Pajak Penghasilan (PPh). Pajak ini berlaku untuk deposito di dalam maupun luar negeri.

Jika Anda tengah ada di luar negeri, banyak cara yang bisa dilakukan untuk bayar pajak. Seperti dengan membayar di bank luar negeri yang ada di Indonesia, bank Indonesia yang ada di luar negeri dan diskonto SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

Untuk lebih jelasnya, lihat peraturan pajak bunga deposito dari Dirjen Pajak berikut!PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) berhubungan dengan PPh bunga deposito, tabungan serta diskonto SBI.SE-01/PJ.43/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) mengenai PP 131 Tahun 2000.KMK-51/KMK.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari  2001) berhubungan dengan dengan pemotongan PPh atas bunga deposito, tabungan  dan diskonto SBI.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: