“Kalau Tidak Mau Impor dari Mana Lagi?”

Hingga saat ini Pemerintah masih mendatangkan gula dari luar negeri. Bukan tanpa alasan, impor gula ini diperuntukan sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi gula dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan produksi gula dalam negeri saat ini sebesar 2,2 juta juta ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan gula konsumsi secara nasional mencapai 3,5 juta ton per tahun.

Artinya, gula yang dihasilkan belum dapat menutupi kebutuhan gula konsumsi dalam satu tahun. Sehingga, Pemerintah terpaksa memasok gula dari luar negeri.

“Memenuhi kebutuhan itu dari impor. Kalau tidak mau dari mana lagi,” ujarnya di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu, (30/8/2017).

Enggar melanjutkan, gula yang diimpor oleh pemerintah adalah gula mentah atau raw sugar. Kemudian, gula tersebut diolah di dalam negeri menjadi gula konsumsi atau Gula Kristal Putih (GKP).

“Kita jadi tukang jahit, tidak ada soal. Jadi untuk mengisi gapnya itu kita harus impor,” ujarnya.

Sekedar informasi, petani tebu yang menamakan diri mereka Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APRI) meminta kepada pemerintah agar membatasi impor gula konsumsi sesuai dengan kebutuhan. Mereka juga meminta gula impor tidak BOLEH dipasarkan pada saat musim giling.

Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dalam unjuk rasa tanggal 28 Agustus 2017 di Istana Negara, Kantor Menteri Perdagangan dan Kantor Menteri BUMN.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: