India Cabut Anti-Dumping Indonesia untuk Nonwoven Fabrics

Kementerian Perdagangan menyatakan Pemerintah India akhirnya membebaskan produk nonwoven fabrics asal Indonesia dari pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD).

Nonwoven fabrics merupakan barang setengah jadi untuk diproses lebih lanjut menjadi produk yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan. Hasil pengolahan nonwoven fabrics antara lain popok, pembalut wanita, baju, masker operasi, dan lain sebagainya.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menyatakan, investigasi Kementerian Perdagangan dan Industri India melalui Directorate General of Anti-Dumping and Allied Duties (DGAD) tidak menemukan adanya praktik dumping mau pun kerugian akibat masuknya produk asal Indonesia.

“Pada 2 September 2017, DGAD India memutuskan tidak mengenakan BMAD terhadap produk impor nonwoven fabrics asal Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/9).

“Dalam final finding, DGAD India menyatakan tidak menemukan adanya dumping atau kerugian yang disebabkan oleh impor produk nonwoven fabrics dari Indonesia. DGAD India juga menyatakan tidak menemukan kausalitas antara kerugian industri domestik dengan produk impor,” imbuhnya.

Penyelidikan antidumping terhadap produk impor nonwoven fabrics ke India dimulai pada 16 Juni 2016 atas petisi industri domestik India. Selain Indonesia, negara yang dituduh dumping dalam penyelidikan ini adalah Malaysia, China, Thailand, dan Arab Saudi.

Dalam petisi itu, industri domestik India menyampaikan bahwa peningkatan impor produk nonwoven fabrics yang signifikan berpotensi menghambat pertumbuhan industri baru bagi produk nonwoven fabrics di India.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan, yang bersinergi dengan produsen/eksportir Indonesia sebelumnya melakukan upaya pembelaan melalui sanggahan secara tertulis mau pun melalui hearingyang dilaksanakan oleh DGAD India.

Dalam sanggahan tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa dugaan barang impor menghambat pertumbuhan industri domestik di India merupakan spekulasi dan sangat tidak beralasan. Hal ini karena fakta menunjukkan performa industri domestik India tumbuh positif dan signifikan.

“Hasil yang didapat ini merupakan usaha bersama antara Pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah akan terus berkomitmen untuk membuka dan mengamankan akses pasar produk ekspor Indonesia,” tutur Oke.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan bahwa penghentian penyelidikan ini akan berdampak positif terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Paling tidak, hal itu bakal mengamankan dan mengembalikan ekspor pada nilai tertinggi sebelum masa penyelidikan bahkan meningkatkan ekspor ke India mengingat tren peningkatan yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir.

“Dengan tidak diterapkannya BMAD bagi produk nonwoven fabrics asal Indonesia oleh Pemerintah India, maka kesempatan untuk mengisi dan merebut pasar ekspor nonwoven fabrics di India terbuka bagi perusahaan/eksportir Indonesia,” tegas Pradnyawati.

India merupakan pasar produk nonwoven fabrics yang cukup menjanjikan. Tren impor India menunjukkan peningkatan sebesar 30 persen selama lima tahun terakhir, dengan total nilai impor mencapai US$50 juta di tahun 2016.

Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk nonwoven fabrics Indonesia ke India pada tahun 2015 mencapai US$9 juta dengan volume 3.896 ton terbesar kedua setelah Jepang dengan tren peningkatan sebesar 365 persen selama 5 tahun terakhir.

Nilai dan volume pada tahun 2016 menurun dari tahun sebelumnya menjadi sebesar US$7 juta atau sebesar 3.407 ton. Penurunan ini merupakan indikasi dampak langsung instrumen trade remedies terhadap kinerja ekspor Indonesia, walaupun masih dalam tahap penyelidikan.

Sumber : cnnindonesia.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: