
Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah masih kurang efektif dan kurang mengena. Belum efektifnya stimulus dilihat dari lemahnya implementasi berbagai program tersebut.
Direktur Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, faktor utama yang jadi penyebab belum efektifnya paket kebijakan ekonomi karena ada tumpang tindih kewenangan di instansi pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah.
Contohnya kewenangan aturan investasi yang tersebar di bnayak kementerian teknis. Kata Enny, kondisi ini menimbulkan tumpang tindih dan ketidak harmonisan internal. Belum lagi nanti hubungannya dengan otonomi daerah,” jelasnya.
Menurut Enny, masing-masing daerah sudah membentuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Tetapi, tidak ada satu pun yang mencoba membuat satu paduan yang jelas, yang bisa menjadi acuan resmi dan baku bagi para investor.
Karena itu, perlu kepemimpinan yang kuat untuk mengatasi masalah ini. Bila kondisinya terus seperti ini, maka kesan yang ada, pemerintah hanya pintar memodifikasi regulasi, tapi kurang implementasi. Enny juga berpendapat, paket kebijakan ekonomi yang ada sekarang, lebih dari cukup.
Investor kini menunggu terobosan pemerintah untuk merealisasikan seluruh paket kebijakan yang sudah ada. “Kalangan dunia usaha sangat menunggu kebijakan ini benar-benar efektif,” ujar Enny.
Sumber: Harian Kontan
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Ekonomi
Tinggalkan komentar