![]()
Kalangan dunia usaha mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendongkrak daya beli guna menggerakkan perekonomian. Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) , harga elpiji dan harga bbm hingga akhir tahun 2017.
“Hingga saat ini masih banyak perdebatan mengenai pelemahan daya beli masyarakat. Apakah memang terjadi secara luas, atau terjadi pada kelompok-kelompok atau sektor tertentu, atau ada perubahan dari perilaku konsumen saat ini. Namun yang harus diapresiasi adalah sigapnya pemerintah mencermati kondisi dan mengubah kebijakan untuk menopang daya beli,” ujarnya Portfolio Manager – Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Andrian Tanuwijaya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (14/10).
Menurutnya, penurunan daya beli terlah terjadi sejak awal tahun. Penyebabnya, pemerintah pada saat itu membuat kebijakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM). Hal itu ditenggarai membuat masyarakat menahan konsumsi mereka.
Efeknya, banyak toko-toko offline yang harus tutup. Di sisi lain, ada yang menyebut jika tutupnya toko ritel lebih disebabkan oleh adanya peralihan pola konsumsi masyarakat dari offline menuju online.
Spekulasi itu nyatanya tidak di amini oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka justru menilai menurunnya daya beli diakibatkan oleh banyaknya masyarakat yang melakukan penyimpanan (saving) dan juga dialihkan untuk hal-hal yang menyenangkan (leisure), seperti menginap di hotel, makan di restoran, pergi berlibur dan lain sebagainya.
Mengatasi itu, pemerintah memang telah melakukan beberapa perubahan kebijakan yang muaranya adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Upaya itu adalah dengan memutuskan untuk tidak menaikkan TDL, harga elipiji dan harga BBM hingga akhir tahun 2017.
“(Kebijakan) yang krusial bagi masyarakat terutama kalangan menengah bawah. Selain itu secara historis belanja pemerintah memiliki korelasi dengan daya beli masyarakat, sehingga usaha pemerintah untuk mempercepat government spending di semester dua 2017 diharapkan juga dapat membantu daya beli masyarakat,” jelas dia.
Kebijakan itu, kata Andrian, perlahan menunjukan hasilnya. Sejumlah penjualan di beberapa sektor kembali mengalami perbaikan. Itu artinya, masuarakat sudah mulai kembali bergairah untuk membelanjakan uangnya.
“Walaupun masih tahap awal, beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal perbaikan, seperti konsumsi listrik, penjualan semen, barang modal, dan mobil komersial.” pungkasnya.
Sumber : jawapos.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Ekonomi
Tinggalkan komentar