Industri Ajukan Impor Garam 300.000 Ton

JAKARTA. Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mengajukan permohonan tambahan impor garam untuk kebutuhan industri sebesar 300.000 ton. Impor garam ini diperlukan untuk kebutuhan industri saat ini hingga awal 2018 mendatang.

Ketua AIPGI Tony Tanduk mengatakan, permohonan izin impor garam industri ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang diprediksi mencapai 3,4 juta ton per tahun. “Kebutuhan garam industri sekitar 3,4 juta ton dan rata-rata naik 2% hingga 3% tiap tahun,” ujar Tony kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, sebenarnya permintaan impor ini bukanlah tambahan, tapi lebih pada memenuhi kekurangan kebutuhan industri dalam negeri karena kenaikan permintaan.

Terkait tambahan impor garam industri ini, Tony menambahkan, pihaknya menolak bila pemerintah menerapkan bea masuk untuk impor garam. Sebab dengan harga garam impor saat ini berada di kisaran US$ 35 per ton hingga US$ 50 per ton, dengan adanya bea masuk maka harga di dalam negeri akan lebih tinggi lagi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan mengatakan pihaknya telah menerima permohonan impor garam industri. Namun ia bilang, dari permohonan yang diajukan ke Kemdag hanya sekitar 250.000 ton dan bukan 300.000 ton. “Usulan permintaan impor ini masih kami bahas dulu dalam rapat,” ujarnya.

Sedangkan Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) menilai, produksi garam rakyat bisa digunakan untuk kebutuhan industri. Menurut Ketua APGRI Jakfar Sodikin, daripada menggunakan garam impor, ada baiknya industri, khususnya industri aneka pangan menggunakan garam rakyat terlebih dahulu. Menurutnya, sudah banyak petani rakyat yang mampu memproduksi garam kualitas satu dengan menggunakan teknologi geomembran.

Menurutnya, garam kualitas satu satu yang dihasilkan petani mencapai kadar natrium klorida (NaCl) sebesar 95%. Meski masih dibawah batas minimal kadar NaCl garam industri yang sebesar 97%, dia bilang, “Kualitas garam yang dihasilkan petani ini bisa digunakan untuk industri aneka pangan,” ujarnya.

Menurut Jakfar panen garam tahun ini bisa mencapai 1,25 juta ton. Volume tersebut dinilai dapat memenuhi kebutuhan garam tahun ini. Untuk itu ia mendesak pemerintah agar tidak buru-buru memberikan izin impor garam bagi industri.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: