Jurus Andalan Pajak Mengejar Target

JAKARTA. Meski mendapat protes atas banyak pengusaha atas penerbitan bukti permulaan (Bukper) sebagai dasar hitungan pembayaran pajak, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bergeming!

Dengan dalih, bukper adalah bagian penegakan hukum atau law enforcement, Ditjen Pajak akan menjadikannya sebagai jurus mengejar target hingga akhir tahun 2017. “Namun, yang kami lakukan, tidak akan keluar dari koridor perundang-undangan,” janji Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi, akhir pekan lalu (27/10).

Ken juga berjanji, bagi peserta amnesti tidak akan diperiksa atas kewajiban pajaknya hingga tahun 2015. Tapi, untuk perolehan tahun 2016 ke atas, iya (akan kami periksa),” kata Ken lagi.

Penegakan hukum, menurut Ken, adalah hal biasa dan sudah otoritas pajak lakukan sebelumnya. Oleh karena itu, ia menyebut, salah bila aparat pajak tidak memiliki perencanaan dalam mengamankan penerimaan pajak di 2017.

Sikap Ken ini menjadi anti klimaks atas ketakutan pengusaha atas langkah law enforcement Ditjen Pajak yang kerap menerbitkan bukti permulaan (Bukper). Bahkan dalam dua bulan terakhir, kabarmya, Ditjen Pajak mengeluarkan 700 Bukper termasuk ke WP yang minta restitusi pajak.

Menepis besaran Bukber, Ken tidak bisa memastikan data tersebut lantaran tiap kantor wilayah punya data. Tapi, ia nmenghimbau ke para wajib pajak patuh untuk tidak khawatir atas kebijakan ini. “Tidak ada namanya obral Bukper lalu dibatalkan. Tidak ada itu. Pasti diselesaikan,” tandasnya.

Upaya penegakkan hukum pajak menjadi cara paling cepat mengumpulkan penerimaan negara dalam dua bulan terakhir ini.

Ditjen Pajak mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 27 Oktober 2017 tumbuh 25% dibandingkan periode sama 2016 yang sebesar Rp 90,3 triliun. Itu berarti pada Oktober 2017, ada kenaikan penerimaan Rp 22,5 triliun menjadi Rp 112,8 triliun.

Bila dijumlahkan realisasi Januari hingga September 2017 yang Rp 770 triliun, penerimaan pajak sejauh ini Rp 882,8 triliun atau 68,7% dari target dalam APBNP 2017 sebesar Rp 1.283,57 triliun. “Kami melihat ekonominya tumbuh melihat pertumbuhan 25% rata-rata pada bulan ini saja (Oktober),” kata Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal. Dia yakin target 2017 tercapai.

Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani bilang, extra effort harus dilakukan dalam koridor aturan. “Sisi WP harus well-prepared terhadap aspek pajaknya. Karena filosofi pajak kita self-assesement,” ucapnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: