Pengumpulan Pajak Tak Boleh Bikin Takut, Masih Banyak Cara Elegan

JAKARTA. Tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf kalla masih menyisakan pekerjaan rumah yang banyak. Celakanya: sisa waktu dua tahun, berikuutnya memasuki tahun politik. Priotas apa yang akan dilakukan dalam sisa waktu pemerintahan? Berikut nukilan wawancara jurnalis KONTAN, Titis Nurdiana, mesti sinaga dan Adinda Ade Muestami, dengan Menko Perekonomian Darmin Naustion, Kemarin malam: (25/10)

KONTAN: Pasca tiga tahun terakhir pemerintahan jokowi JK berkuasa, bagaimana prioriyas selanjutnya?

DARMIN: Dalam tiga tahun terakhir, kami menyiapkan pilar pertama yakni membangun infrastruktur. Ini harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan kita dengan Negara lain yang dampaknya langsung terhadap ekonomi, utamanya terkait efisiensi. Pilar kedua, kita perlu menyelamatkan kelompok masyarkat bawah dengan berbagai bantuan sosial dan subsidi. Ketiga, mengebangkan sektoral yang tak terlalu mahal untuk dikembangkan, seperti sektor pariwisata. Keempat, pemerataan yang mengerucut ke tiga hal, lahan, kualitas SDM dan kesempatan berusaha.

KONTAN: beberapa pakar menyarankan agar pemerintahan menahan pembangunan infrastruktur dengan realisasi penerimaan seret?

Darmin: infrastruktur itu tidak semua yang melakukan pemerintahan. Listrik misalnya, sebagai besar adalah IPP, bukan pemerintahan atau PLN sehingga semua pasti berhitung. Kalau memang harus diperlambat bisa dilakukan dengan berbagai cara.

KONTAN: Tahun 2018 belanja infrastruktur kenaikannya kecil, sedang belanja social lebih besar naiknya. Apa karena tahun politik?

DARMIN: tidak bisa dibilang seperti itu. Di sektor bantuan social pemerintahan arahnya ingin menyelesaikan transformasi ke bantuan non tunai. Walau tidak mengubah rupiahnya. Di sektor infrastruktur kuta tetap jalan pembiayaan dari pemerintah (mungkin lebih kecil), tapi akan lebih banyak melibatkan swasta terutama di proyek green field, melakukan sekuritisasi asset, mencari pembiayaan melalui market. Dengan begitu bisa mengurangi pengeluaran APBN untuk infrastruktur.

KONTAN: Pemerintah rajin mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Sekarang sudah paket ke 16. Terhenti sampai di sini?

DARMIN: Kami berusaha 16 paket ini selesai urusannya. Isinya tentang pembentukan PTSP untuk investasi, untuk kegiatan usaha, izin usaha. Sehingga sudah tak perlu membuat loncatan lagi. Artinya tidak perlu pakai paket lagi.

KONTAN: tahun 2018 dan 2019 Tahun politik. Apa ini tak berpengaruh ke minat investasi yang mini.

DARMIN: Bisa jadi ada yang wait and see. Tapi kalau perbaikan iklim investasi makin lama ditunda, akan semakin susah kita. Lebih baik kita coba perbaiki dengan paket ini, dengan harapan iklim investasi bisa lebih baik dan ke depan akan ada investasi. Kita harus usahakan sejauh mungkin supaya iklim usahanya membaik. Walaupun orang bilang tahun politik.

KONTAN: Artinya tahun 2018 akan dikejar habis-habisan untuk menyelesaikan program pemerintah?

DARMIN: Ya, katakanlah sebelum maret 2018 kami sudah harus menyelesaikan kebijakan. Sehingga setelah itu kita tidak lagi dibebani dengan formulasi kebijakan, tetapi lebih kepada pelaksanaan.

KONTAN: selain single submission yang ada di paket kebijakan ekonomi ke 16, apalagi kebijakan yang dikejar sekarang?

DARMIN: kami menyelesaikan kebijakan pemerataan eknomi, menyelesaikan semua fondasi dan kerangka untuk reforma agrarian, untuk vokasi, untuk pemerataan kemudahan untuk berusaha, dan bekerja. Itu yang utama. Pada dasarnya kebijakan besar kami ingin, mungkin ada satu dua mengenai pangan. Terus terang kami merasa kebijakan mengenai pangan walupun inflasi cukup baik, perlu fondasi yang lebih jangka panjang. Itu juga bagian yang kita sedang coba selesaikan sebelum maret-april 2018.

KONTAN: kebijakan tentang apa pak?

DARMIN: intinya gini, di pangan itu ada yang sebetulnya belum yerlalu settle antara produksi dan kebutuhan dan versus impor. Kami ingin supaya ada mekanisme yang lebih settle, tidak terlalu ad hoc. Ada mekanisme yang lebih berjangka menegah panjang sehingga harga itu leih predictable. Kami mau bergerak ke arah mekanisme yang lebih settle.

KONTAN: Upaya lain menarik investasi gimana?

DARMIN: Sebetulnya kalau untuk menarikk investasi itu, adalah perbaikan makro ekonomi, penegakan hukum, iklim investasi yang kita perbaiki dengan deregulasi dan debirokratisasi. Tidak lebih dari itu dan semua sudah dilakukan.

KONTAN: soal menarik investasi kan persoalannya tidak semudah itu. Bisa jadi karena reformasi pajak yang dilakukan di amerika, di Negara- Negara lain menuju ke penurnan pajak. Sementara kita pajaknya justru dinaikan?

DARMIN: Itu yang saya bilang tadi, bagaimana Negara lain. Tapi  dengan AS kita sebetulnya bukan pesaing langsung. Cuma, kalau Negara lain juga mengikuti nanti akan kita lihat lagi.

KONTAN: Tahun 2017 tantangannya berat sekali. Penerimaan ada risiko shortfall, pertumbuhan ekonomi mungkin tak sampai batas atas target. Tahun 2017 akan seperti apa?

DARMIN: Tahun 2017, barangkali, penerimaan tidak bisa tercapai seperti yang diharapkan. Tapi sebetulnya kami sedang menyiapkan reformasi pajak termasuk membuat system IT yang baru. Saya melihat sebenarnya pajak itu masih bisa di-Push asal metodenya pas. Tapi  penerimaan masih bisa ditutup dengan penerbitan obligasi. Walaupun pasar nanti akan menaikkan harga, tapi tetap masih bisa dicari jalan keluarnya.

KONTAN: Bapak bilang ada banyak pos yang masih bisa dioptimalkan pajak. Tapi pengusaha bilang pajak seperti berburu di lading yang sama terus?

DARMIN: Metode pengumpulan pajak itu kalau menakut-nakuti memang menyusahkan. Sebetulnya masih ada motode yang nggak perlu menakut-nakuti. Cara-cara yang elegan bukan cara-cara yang menjadikan orang sekaligus takut dan tertekan. Yang paling simple pakai benchmarking.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: