Begini Mekanisme Go-jek Jadi Agen Pajak untuk NPWP dan SPT

Go-Jek akan menjadi agen pajak untuk layanan elektronik (e-service) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Dengan demikian, masyarakat yang ingin memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) secara elektronik dapat dilakukan dalam satu aplikasi Go-Jek.

Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Djuniardi mengatakan, agen pajak dapat disebut perpanjangan tangan Ditjen Pajak untuk e-service, antara lain registrasi NPWP secara elektronik, pelaporan SPT secara elektronik atau e-filing pajak, dan pembuatan e-biling pajak.

“Mereka (Go-Jek) meminta, dan memang kami buka pintu lebar siapapun penyedia layanan aplikasi (Application Service Provider/ASP) bisa jadi agen pajak. Mereka mau bantu Ditjen Pajak dan mitranya yang belum punya NPWP, bisa bikin di aplikasi mereka,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Saat ini tercatat sudah ada empat ASP atau agen pajak sejak 2006, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, http://www.pajakku.com, http://www.online-pajak.com, http://www.spt.co.id. Sedangkan Go-Jek akan menjadi agen pajak kelima dari Ditjen Pajak.

Iwan menjelaskan, Go-Jek harus memiliki aplikasi untuk memfasilitasi WP dapat menggunakan layanan e-filing, e-biling, dan registrasi NPWP elektronik. Aplikasi atau sistem yang dibangun tersebut terintegrasi dengan sistem Ditjen Pajak.

“Aplikasi atau sistem di Go-Jek hanya sebagai penyalur saja, mereka menciptakan tampilan atau front saja, data WP langsung dikirim ke kita, itulah yang namanya enkripsi,” tutur dia.

“Contohnya si A mau bikin NPWP di aplikasi Go-Jek, sudah masuk di sistem Go-Jek, lalu data itu dikirim ke Ditjen Pajak. Ditjen Pajak yang akan membalas ke WP, dan NPWP akan dikirim ke rumah,” Iwan menerangkan.

Hal ini, kata dia, akan memudahkan WP tidak perlu datang ke kantor pajak. Go-Jek pun bisa bekerja sama dengan perbankan, sehingga WP makin terbantu karena bisa membayar kewajiban pajaknya.

“Nanti terserah Go-Jek-nya mau buat mitra saja atau untuk umum, silakan. Bisa juga dikenakan charge, itu terserah mereka, yang penting dari Ditjen Pajak tidak kena charge apa-apa,” kata dia.

Iwan mengatakan, Ditjen Pajak membutuhkan agen pajak sebagai perpanjangan tangan pelayanan dan memperketat pengawasan. Kerja sama ini akan menguntungkan semua pihak. “Bagi WP lebih mudah, untuk Ditjen Pajak meningkatkan kepatuhan WP, dan buat Go-Jek bisa jadi bisnis, karena ada potensi pemasangan iklan di aplikasi tersebut,” ujar dia.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: