Cukai Berlaku, Harga Produk Membubung

Setiap harga minuman naik, penjualan akan turun.

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai, wacana penerapan cukai terhadap minuman kemasan menggunakan pemanis bakal menghambat bisnis anggotanya. Penerapan kebijakan itu tidak pas, tatkala daya beli masyarakat sedang menurun.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman menilai, pengenaan cukai pada produk minuman kemasan berpemanis bakal berdampak besar bagi industri. Salah satunya, produsen akan menaikkan harga jual.

Ia menerangkan, pernah ada studi elastisitas produk minuman oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Universitas Indonesia (UI). Hasilnya, elastisitas bisnis minuman berada pada level 1,7. “Artinya, jika terjadi kenaikan harga 1% akan menurunkan penjualan 1,7%,” ujar Adhi kepada KONTAN, Minggu (12/11).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, menerapkan cukai dengan alasan, bahan baku minuman kemasan berpemanis dapat memicu berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lain. Adhi menegaskan, alasan kesehatan untuk mengenakan cukai tidak tepat.

Jika terpaksa menaikkan harga, penjulana dapat terancam turun. “Dari segi pemerintah secara neto kan rugi Kenaikan cukai lebih kecil daripada penurunan pajak-pajak. Mulai dari pajak badan, PPN, PPh 21 dan sebagainya,” urai Adhi.

Menurut dia, kebijakan pengenaan cukai kepada produk minuman berpemanis dinggap kontraproduktif terhadap keinginan pemerintah yang menginginkan pertumbuhan ekonomi signifikan. Terkait produsen yang berpindah ke produksi minuman rendah gula (low sugar), Adhi belum melihat ke arah sana. Pada dasarnya minuman rendah gula tetap memerlukan bahan baku pemanis. “Walaupun gula sedikit, tetap berpemanis,” ujarnya.

Trijono Prijosoesilo, Ketua Asosiasi Minuman Ringan (Asrim) mengungkapkan, sejak tahun 2010 bisnis minuman ringan terus turun. “Di kuartal kedua minus 3,3% yoy,” ujarnya.

Sedangkan sampai kuartal ketiga tahun ini, pertumbuhan bisnis minuman ringan masih berada di bawah ekspetasi. Trijono yang juga Direktur Public Affair & Corporate Communication PT Coca Cola Amatil Indonesia mempertanyakan alasan pengadaan cukai tersebut. “Apakah pajak untuk mengejar pendapatan pajak atau terkait isu obesitas?” tanyanya.

Public Relations and Marketing Event Manager PT Singa Mas Indonesia (SMI) Santo Kadarusman menjelaskan, mengantisipasi pengenaan cukai itu selain menaikkan harga, Singa Mas akan mencari pemasok lain yang bisa memberikan harga kompetitif tanpa mengurangi kualitas dan memperpendek time to market. “Sebaiknya disosialisasikan jauh-jauh hari sebelum di putuskan,” kata dia.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: