Bappenas Kaji Dampak Bisnis Digital dengan Naiknya Jumah Pengangguran

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) saat ini sedang mengkaji dampak dari berkembangnya bisnis digital berupa e-commerce yang akan semakin besar di kemudian hari.

Kajian ini dilakukan dalam rangka mengetahui sekaligus mengantisipasi bila maraknya e-commerce berdampak pada ketersediaan lapangan kerja saat ini atau tidak.

“Harus antisipasi, ketika masih ada isu pengangguran jangan sampai nanti terjadi era e-commerce yang masif, di mana bukan hanya ritel, akan terjadi masalah pengangguran,” kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melalui konferensi pers di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Bambang memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Tahun 2017, tertera tingkat pengangguran terbuka turun 0,11 poin, dari 5,61 persen pada realisasi tahun 2016 menjadi 5,50 persen pada realisasi tahun 2017.

Adapun realisasi tingkat pengangguran terbuka untuk tahun 2017 diakui Bambang belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 5,40 persen. Sehingga, isu pengangguran masih jadi fokus pemerintah untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, fenomena belanja online atau e-commerce semakin tinggi. Berdasarkan data bisnis e-commerce per Januari 2017 yang bersumber dari Idea, tertera jumlah mereka yang berbelanja secara online atau e-commerce dari 2016 hingga Januari 2017 sebesar 25 juta orang.

Kemudian, penetrasi e-commerce terhadap total populasi di Indonesia mencapai 9 persen.

Lalu total value bisnis e-commerce 5,6 miliar dolar AS dan rata-rata pendaatannya mencapai 228 dolar AS per orang.

“Selain itu, juga ada bonus demografi, banyak usia produktif yang butuh lapangan kerja,” tutur Bambang.

Salah satu solusi yang bisa mencegah meningkatnya angka pengangguran akiat bisnis digital adalah memfokuskan pada pendidikan vokasi atau yang berfokus pada keahlian di bidang tertentu.

Jurusan pendidikan vokasi juga dinilai perlu diperbanyak ke sektor jasa, di mana pekerjaan yang dilakoni tidak akan bisa dilakukan oleh bisnis digital.

“Ada jenis-jenis pekerjaan seperti potong rambut, perbaikan pipa, pemeliharaan rumah, itu enggak mungkin digital. Perlu orang yang terampil, tersertifikasi dan berkualitas,” ujar Bambang.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: