Golongan Tarif Dasar Listrik Diubah, Ini Tanggapan Industri

Stasiun Pengisian Listrik Umum di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (2/10).

Sejumlah pelaku industri yang tergabung dalam asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku tak keberatan dengan rencana Kementerian ESDM dan PLN yang akan segera menyederhanakan penggolongan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Apindo Benny Soetrisno mengatakan, batasan golongan listrik tersebut sudah tak lagi dibutuhkan karena saat ini biaya beban langganan sudah dihapuskan. Sehingga, meskipun daya bertambah, pelanggan tetap membayar sesuai pemakaian.

“Yang kita bayar adalah yang kita pakai, baik pada waktu beban normal dan beban puncak,” kata Benny, saat dihubungiRepublika.co.id, Selasa (14/11).

Namun begitu, kata dia, pengusaha justru tengah menunggu implementasi dari Paket Kebijakan Ekonomi Ketiga mengenai pemberian diskon khusus TDL bagi industri. Menurut Benny, mengacu pada kebijakan yang diluncurkan pada Oktober tahun lalu tersebut, pemerintah menjanjikan akan memberikan diskon sebesar 30 persen bagi industri yang menggunakan listrik dari mulai pukul 23.00 sampai 08.00.

PLN sebelumnya mengklaim telah menjalankan kebijakan pemberian diskon tersebut pada lebih dari seribu industri besar. Namun begitu, Apindo menyebut, pada kenyataannya di lapangan, industri tidak menikmati diskon tarif listrik seperti yang dijanjikan pemerintah.

Sumber : republika.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: