Survei: Lebih selektif belanja, daya beli masyarakat menengah atas masih positif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, Indonesia tengah mengalami anomali ekonomi karena tingkat inflasi tengah rendah namun daya beli turun.

Menurutnya, jika penurunan daya beli terjadi di kalangan masyarakat atas maka diyakini ada perubahan pola konsumsi. Di mana, masyarakat lebih suka menyimpan dan menginvestasikan uangnya ketimbang membelanjakannya.

“Tabungan di atas Rp 5 M naik, jumlah DPK juga naik. Artinya masyarakat atas yang memiliki daya beli menyimpan uangnya di bank,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto mengaku bahwa industri ritel tengah melemah saat ini. Salah satu alasannya adalah sikap masyarakat yang menahan daya belinya dan memilih untuk menyimpan uangnya.

“Menurut pengamatan saya, mungkin daya beli (masyarakat) agak ditahan karena mereka mau lihat kondisi ke depan seperti apa,” kata Suprajarto di gedung BRI,Jakarta, Kamis (3/8).

Menurut hasil riset AC Nielsen seperti dikutip HaloMoney, kelas bawah dan kelas menengah ke bawah tertekan daya beli sehingga melakukan banyak strategi penghematan. Lalu, bagaimana dengan kelas menengah dan atas di Indonesia?

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: