R&D dan Vokasi Majukan Industri Manufaktur

Menperin Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemperin

Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia harus mendorong R&D dan pendidikan vokasi untuk memajukan industri manufaktur nasional.

“Thailand sudah sangat aktif memberikan insentif hingga 300% kepada industrinya. Jadi, kalau industri memberikan inovasi dan investasi dari sisi opex dancapex, mereka mendapat tax allowance (keringanan pajak),” papar dia.

Menurut Menperin, upaya pemerintah Thailand itu terbukti berhasil. “Mereka sedang fokus pada pengembangan industri farmasi, herbal, dan kosmetik. Mereka menerapkan insentif ini pada industri-industri tersebut,” ucap dia.

Airlangga menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dan membahas mengenai usulan insentif perpajakan tersebut dengan Kemenkeu. Bahkan, dirinya sudah membicarakannya dengan Menkeu Sri Mulyani.

“Ini dilakukan sejalan dengan langkah pemerintah mendorong pelaku industri untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) di Indonesia.

“Ibu Menkeu menyambut positif insentif ini untuk mendorong ekonomi nasional. Sebab, di EoDB, kemudahan dari segi legal dan perpajakan menjadi faktor penentu. Jadi, ini yang sedang kami dorong terus, sehingga fasilitas ini bisa menjadikan industri nasional berkembang lebih cepat,” papar dia.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: