Sri Mulyani Ingatkan Para Pemilik Mal untuk Lapor Harta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) yang dilaksanakan di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran.

Dalam paparannya Sri Mulyani tidak lupa untuk kembali mensosialisasikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 165/2017 tentang program pengampunan pajak (tax amnesty) di depan para pengusaha yang hadir. Artinya di dalam setiap kesempatan Sri Mulyani selalu mengimbau agar masyarakat patuh dalam kewajibannya membayar pajak serta melaporkan harta di Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Sri Mulyani mengatakan bagi pengusaha yang hadir yang telah mengikuti tax amnesty bisa melakukan balik nama hartanya tanpa dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh). Syaratnya juga mudah hanya dengan membawa fotokopi surat keterangan ikut tax amnesty yang bisa langsung di tujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

 “Terutama ini karena penyawa ritel, banyak dari harta itu bentuknya dari properti dan tanah. Dulu untuk menyembunyikan (harta) dari pajak, anda pinjam nama orang lain. Tapi sekarang sudah ikut tax amnesty, anda bisa proses balik nama, balik properti anda tadi, yang tadinya atas nama nominee menjadi atas nama WP yang asli yang dibantu oleh pemerintah dengan tidak membayarkan biaya balik nama,” ungkap Sri Mulyani di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Namun, Sri Mulyani menekankan pembebasan PPh ini hanya akan diberikan hingga akhir tahun ini, yakni 31 Desember 2017. Setelah itu maka akan dikenakan tarif PPh normal sebesar 30% untuk WP OP, 25% untuk WP Badan, dan 12,5% untuk WP lainnya.

Lanjutnya, yang lainnya ada di PMK 165 adalah memberikan kesempatan bagi seluruh Wajib Pajak (WP) lapor hartanya tanpa kena sanksi 200% dan hanya akan dikenakan tarif normal karena dianggap sebagai harta tambahan.

“Di dalam UU tax amnesty pasal 18 itu disebutkan kalau sesudah tax amnesty ini, anda ternyata masih ada harta yang belum ikut di amnesty kan dan nanti diketahui, ditemukan dan diperiksa oleh pajak, maka anda akan kena denda 200%. Itu sudah pasti hartanya habis, bahkan tambah bayarnya,” jelasnya.

Oleh karenanya ia menghimbau agar semua pengusaha yang tergabung di Hippindo bisa melaporkan hartanya sebelum di temukan oleh Pajak. Karena ia menilai jika patuh dan jujur akan lebih menguntungkan.

“Jadi saya ingin sebelum ditemukan oleh pajak, sebaiknya bapak/ibu sekalian melaporkan saja harta itu, karena bapak dan ibu lapor harta itu, anda tidak akan kena 200% dan hanya kena pajak normal karena dianggap sebagai penghasilan tambahan,” tukasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: