Sri Mulyani Pantau Keuangan BUMN Konstruksi dan PLN

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga saham maupun kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi. Hal ini menyusul anjloknya saham sejumlah perusahaan pelat merah di bidang konstruksi pada pekan lalu.

Sri Mulyani mengaku, pemonitoran (monitoring) dilakukan antara pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terhadap status dari perusahaan, baik yang melakukan konstruksi maupun jasa keuangan yang memberikan pinjaman.

“Tentu kami melihat neracanya itu dari kapasitas mereka dalam melakukan capex atau belanja modal dalam rangka untuk bisa jalankan program-program infrastruktur,” ujar dia di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Jika dilihat dalam dua tahun terakhir, lanjut Sri Mulyani, banyak penanaman modal negara di berbagai institusi, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur. Terkait hal ini, pemerintah berharap kemampuan dari perusahaan konstruksi atau fasilitas pendukungnya tetap berjalan baik.

“Baik konstruksi maupun utility-nya, dalam hal ini adalah PLN, itu tetap mampu untuk bisa menjaga neracanya sehingga mereka bisa menjalankan prioritas strategis nasional secara berkelanjutan,” kata dia.

Di sisi lain, Sri Mulyani berharap kementerian terkait juga ikut memantau kinerja BUMN yang tengah menjalankan proyek pemerintah. Selain itu, kementerian terkait juga harus memberikan dukungan agar BUMN bisa menjalankan proyek pembangunan yang telah ditugaskan pemerintah.

“Kami akan terus memantau. Tapi yang ingin saya sampaikan pemerintah akan terus lakukan tugas ini secara hati-hati. Dari sisi keuangan, kami akan juga perhatikan dan memberi support dan kami berharap tentu kementerian teknis dan BUMN akan lakukan bersama-sama untuk jaga sehingga proyek strategis nasional bisa lanjut,” ucap Sri Mulyani.

Untuk diketahui, harga saham empat BUMN konstruksi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terperosok dalam setahun terakhir. Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) anjlok 36,12 persen dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 19,37 persen. Sementara saham rekannya, PT PP Tbk (PTPP), longsor 47,78 persen, dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) jeblok 32,78 persen.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: