Stok Menipis, Harga Beras Memanas

Pemerintah harus mewaspadai pasokan beras di pengujung tahun ini karena stok beras makin tipis dan panen padi terbatas.

JAKARTA. Memasuki musim gadu tahun ini harga beras terus menanjak. Bahkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Oktober 2017 lalu harga beras tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,04%. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah lantaran sumbangan beras terhadap inflasi cukup besar karena memberikan andil sebesar 0,04% terhadap inflasi.

Billy Haryanto, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mengatakan, kenaikan harga beras terjadi karena stok beras mengalami penurunan. Bahkan posisi stok Rabu (22/11) turun 40% atau sekitar 2.000-an ton. Penurunan pasokan beras terjadi karena beras yang biasanya masuk dari Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pengurangan setelah memasuki panen gadu.

Ia mengambil contoh, jika selama ini setiap hari Senin rata-rata beras yang masuk ke PIBC mencapai sebanyak 5.000 ton dan rata-rata 3.000 ton pada hari lainnya. Namun pada Rabu (22/11) hanya sekitar 2.000 ton saja, itu pun sudah termasuk bantuan pasokan beras dari Perum Bulog.

Ia menyatakan, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, stok beras yang berkurang justru tejadi pada beras jenis medium. Selama ini, beras medium menjadi komoditas utama konsumsi masyarakat Indonesia.

Akibatnya, kini harganya sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp 9.450 per kilogram (kg). “Hal itu terjadi karena stok beras medium semakin langka. Sementara beras premium yang dikonsumsi masyarakat ekonomi menengah ke atas retaif aman dengan rata-rata harga di kisaran Rp 11.000 per kg,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (22/11).

Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia Jawa Barat Musroni menambahkan, di beberapa daerah Jawa Barat seperti Indramayu, Garut, dan Karawang sedang memasuki masa tanam pertama. Karena itu, pasokan gabah di Jawa Barat venderung sedikit. “Sekarang baru mau tanam, stok beras sudah tidak. Beberapa daerah memang masih ada panen, tetapi cuma sedikit,” ujarnya.

Karena tidak ada stok, Masroni mengatakan, petani tidak mendapatkan keuntungan meski harga gabah mengalami peningkatan drastis. Dia bilang, saat ini harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani Rp 7.000 per kg.

Petani tidak banyak menikmati kenaikan harga karena sedang masuk musim tanam. “Saat ini siklus air di Indramayu normal sejak awal November karena sudah memasuki mesim tanam. Musim panen berakhir pada September lalu,” imbuhnya.

Stok beras medium semaki tipis dan harga terus naik di pasaran.

Kemtan membantah

Toh, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kemtan) Agung Hendriadi  membantah adanya penurunan stok dan pemasukan beras ke PIBC. Ia bilang, pasokan beras ke pasar induk masih normal sekiatar 3.000 ton beras pada Rabu (22/11). “Stok beras di PIBC sudah di atas normal mencapai 45.000 ton atau lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yakni 25.000 ton,” tandasnya.

Dia mengklaim, dengan posisi stok sebesar itu, sampai akhir tahun stok beras untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru relatif aman. Apalagi Perum Bulog telah menggelontorkan beras medium untuk operasi pasar sebanyak 10.400 ton. Sebagai catatan, sampai saat ini stok beras di Bulog sebesar 1,2 juta ton.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Idonesia (KTNA) Winarno Tohir mengakui saat ini harga beras tinggi. Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp 5.000-Rp 5.200 per kg. Sementara harga CKG tembus Rp 6.500 per kg. “Ini membuat pengusaha beras enggan menjual beras medium karena margin keuntungan sangat tipis karena ada HET,” ujarnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: