Inflasi November Diperkirakan Naik

JAKARTA. Daya beli konsumen pada November 2017 diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Ini terindikasi dari pengerakan indeks harga konsumen (IHK) bulanan pada November 2017 yang melebihi perkiraan.

Hasil survei Bank Indonesia (BI) tentang harga mingguan hingga pekan ketiga bulan ini terjadi inflasi sebesar 0,23%. Angka itu sedikit lebih tinggi di banding proyeksi bank sentral sebelumnya yang sebesar 0,18%.

Kenaikan inflasi bisa menjadi pertanda meningkatnya daya beli konsumen. Hal itu bisa diukur dari inflasi inti, salah satu kontributor inflasi secara umum, selain harga bergejolak dan harga yang di atur pemerintah.

Namun, inflasi berdasarkan tiga kompenan itu baru akan terlihat saat pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Desember 2017. Hanya saja, Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas bakal berkontribusi besar terhadap inflasi November.

“Ini kelihatan kemarin ini beberapa volatile food (mengalami kenaikan harga, seperti bawang dan cabai,” jelas Agus usai pertemuan Tahunan BI, Selasa (28/11) malam.

Memang, berdasarkan pantauan harga pangan rata-rata nasional di Kementerian Perdagangan hingga Selasa (28/11), tujuh dari 12 komoditas naik harga. Kenaikan harga terbesar terjadi pada cabe merah biasa, tumbuh 20,2% sejak akhir bulan lalu menjadi Rp 30.941 per kilogram (kg). Cabe merah kriting naik 19% mnejadi Rp 33.855 per kg, bawang merah naik 11,32% menjadi Rp 25.235 per kg.

Sedangkan penurunan harga terbesar pada kedelai lokal turun 1,17% menjadi Rp 10.665 per kg. Lalu, harga kedelai impor, minyak goreng curah, tepung terigu, dan gula pasir turun di bawah 1%.

Agus menegaskan, meski IHK meningkat, besaran angka inflasi bulan ini masih terjaga. Terjaganya inflasi karena semakin baiknya koordinasi antara BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Untuk diketahui, rata-rata inflasi bulanan di November sejak tahun 2014 hingga 2016 mencapai 0,73%. Dengan demikian, proyeksi BI tersebut lebih rendah dibanding rata-rata inflasi bulanan selama November tiga tahun ke belakang.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan November juga diperkirakan mencapai 3,56% year on year (YoY). Angka itu juga sudah berada dikisaran inflasi akhir tahun ini yang diproyeksikan BI sebesar 3%-3,5% YoY.

Sebelumnya, Wisnu Wardana, Ekonom Bank Danamon menganalisa, daya beli konsumen akan meningkat menjelang akhir tahun. Selain itu, harga pangan juga cenderung naik karena pasokan berkurang. “Tren akhir tahun biasanya terjadi peningkatan permintaan, karena untuk persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Wisnu.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: