Perlu Dorongan Meningkatkan Daya Beli

Inflasi inti rendah menjadi cermin loyonya daya beli

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi November 2017 sebesar 0,2%, naik dibanding posisi bulan sebelumnya 0,01%. Kenaikan sejumlah bahan pangan menjadi pencetusnya.

Yang juga menarik adalah data inflasi inti yang dicatat BPS. Inflasi menjadi 0,13% dari bulan sebelumnya 0,17%. Turunnya inflasi umum pada November 0,2%, naik 0,01% dibandingkan Oktober 2017.

Rendahnya inflasi inti menjadi indikator penting yang layak anda cermati. Ini menjadi cermin makin lemahnya daya beli masyarakat. Apalagi, angka ini diperkuat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas pada November 2017 yang hanya 159,99 naik tipis dari Oktober 159,37. Perlu diingat, IHPB d atas angka 100 menunjukkan ekspansi, tapi dengan kenaikan mini, artinya pertumbuhan industri juga lambat.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi inti November tahun ini merupakan inflasi inti terendah November sejak tahun 2004. Begitu juga inflasi tahunan. November yang menjadi inflasi November terendah sejak 2004.

Meski begitu, Suhariyanto tak khawatirkan dengan daya beli. Sebab, daya beli saat ini dipengaruhi sejumlah faktor. “Seperti investasi, hingga perubahan gaya hidup masyarakat dari yang bersifat non leisure ke leisure, yang tecermin pada penurunan sektor makanan serta kenaikan pariwisata, hotel dan restoran,” kata Yakin, Senin (4/12).

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, rendahnya angka inflasi menjadi peluang mendorong daya beli konsumen. Inflasi rendah akan membuat pemerintah lebih fokus mengatasi pengangguran dan menjaga upah riil masyarakat untuk mendorong daya beli meningkat.

Ani, penggilan karib Menkeu memprediksi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal IV tahun ini bisa menyentuh 5% year on year (Yoy) naik dari kuartal sebelumnya 4,9%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, inflasi yang terjaga akan membuat pemerintah bisa menjaga daya beli. Meski begitu, pemerintah akan kesulitan mencapai target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,2%. “Paling 5,1% sepanjang tahun . Tidak akan lebih susah,” katanya.

Aneka upaya mendorong daya beli memang harus dilakukan. Dibeberapa negara, salah satu cara dengan memangkas tarif pajak penghasilan. Namun, Kepala Badan Kebijakan Fiskala (BKF) Kemkeu Suahasil Nazara menilai pemangkasan tarif pajak belum perlu dilakukan. Sebab, “sekarang uang (masyarakat) banyak,” katanya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: