Sistem Tunggal Transaksi Sudah Tiba

JAKARTA. Sistem transaksi di Indonesia memasuki fase baru. Kemarin (4/11), Bank Indonesia (BI) merilis penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway (NPG). BI mengklaim, sistem ini akan memangkas biaya transaksi, menguntungkan nasabah, serta efektif menyasar pajak.

Maklum, sistem ini menyatukan seluruh sistem pembayaran di Tanah Air. GPN ini menjadi switching atau menghubungkan perusahaan penyedia jasa pengalihan atau penyaluran transaksi elektronik dengan menggunakan kartu (APMK).

Sebelum GPN, perusahaan penyedia pembayaran harus menyiapkan sendiri sistem dan infrastruktur untuk melayani transaksi. Tak heran, “Saat ini banyak ATM di satu mal dan electronic data capture (EDC) di supermarket yang saling berjejer,” tandas Agus Martowardojo, Gubernur BI, Senin (4/12).

Kini, mereka tak perlu repot-repot lagi. Pendek kata, satu EDC bisa memproses seluruh jenis kartu transaksi. Targetnya, Juli 2018 seluruh transaksi perbankan terkoneksi GPN. Satu lokasi cukup satu EDC dan ATM, sementara perangkat lain bisa disebar ke lokasi yang selama ini belum terjamah.

Agus menambahkan, keamanan data transaksi terjaga, karena semua data transaksi berlangsung di dalam negeri. Singkat kata, selain kemanan terjamin, kehadiran GPN ini akan meringankan nasabah. Sebab biaya transfer antar bank bisa dipangkas dari Rp 6.500 menjadi Rp 4.000 per transaksi. “Biaya merchant discount rate juga turun jadi 1%, dari sebelumnya 2%-3%,” kata Agus.

Selain nasabah individu, sistem ini juga meringankan pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, NPG akan menghemat biaya transfer yang dilakukan pemerintah. Alhasil, setidaknya 30.000 satuan kerja pengelola anggaran di seluruh Indonesia bisa hemat biaya transfer.

Pun halnya dari sisi perpajakan. Penerapan sistem ini menambah basis data perpajakan. “Sebab Indonesia akan memiliki seluruh rekaman transaksi, mana yang objek dan subjek pajak, dan mana yang tidak,” jelas Sri Mulyani.

GPN juga bisa menjadi tulang punggung penyaluran bantuan sosial non tunai, elektronifikasi jalan tol dan transportasi lain, termasuk pengembangan perdagangan elektronik atau e-commerce.

Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko menyatakan, penerapan GPN juga membantu pengembangan e-commerce di Tanah Air, termasuk urusan pajaknya. “Sekarang yang terhubung baru bank. Nanti e-commerce akan terhubung semua dan setiap transaksi terekam sehingga bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kepen- tingan pajak,” katanya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: