Harga Komoditas Menjadi Harapan

JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimis penerimaan negara pada bulan Desember 2017 akan meningkat drastis. Potensi penerimaan negara ini diharapkan bisa mempersempit jurang antara realisasi dengan target atau shortfall penerimaan negara dalam APBN Perubahan 2017.

Harapan penerimaan negara yang lebih tinggi ini dipicu oleh kenaikan harga-harga komoditas yang masih dalam tren penguatan. Hal itu diperkirakan akan mampu memperbesar pajak maupun penerimaan negara bukan pajak.

Menurut Sri Mulyani, penerimaan negara diuntungkan dengan tren kenaikan harga komoditas. “Kita melihat perkembangan harga komoditas saat ini apakah bisa menaikkan penerimaan yang seluruhnya bersifat non baseline,” katanya, Kamis lalu.

Kenaikan harga minyak menambah penerimaan pajak dan PNBP.

Walau optimis, namun Sri Mulyani masih enggan menjelaskan berapa target kontribusi kenaikan harga komoditas terhadap penerimaan pajak. Walaupun begitu Direktorat Jenderal Pajak Kemkeu sebelumnya menyatakan, pertambangan merupakan tulang punggung penerimaan pajak tahun ini karena tumbuh 20% dari tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah bengkitnya harga batubara.

Hingga 6 Desember 2017, harga batubara di bursa Eropa untuk pengiriman Januari 2018 sebesar US$ 96,4 per metrik ton, masih dalam tren naik dari awal tahun yang harusnya US$ 77,15 per metrik ton. Harga minyak juga masih meningkat, US$ 56,2 per barel pada 7 Desember 2017. Sedangkan rata-rata harga minyak mentah tahun ini US$ 51,68 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia akan mengatrol harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang merupakan salah satu asumsi makro di APBN.ICP di APBNP 2017 adalah sebesar US$ 48 per barel, sedangkan rata-rata hingga November sudah mencapai US$ 50 per barel. Padahal, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 per barel menambah penerimaan perpajakan Rp 800 miliar dan PNBP sebesar Rp 2,7 triliun-Rp 3,1 triliun.

Masih menguatnya harga komoditas, seperti batubara, minyak sawit dan minyak mentah diharapkan bisa meningkatkan realisasi penerimaan. Kemkeu mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir November 2017 Rp 988 triliun atau 77% dari target APBNP 2017 sebesar Rp 1.283.57 triliun. Pada periode yang sama, penerimaan bea dan cukai Rp 143,62 triliun atau 75,94% dari target. Sedangkan PNBP hingga Oktober 2017 sebesar Rp 244,3 triliun atau 93,9% dari target.

Dengan realisasi itu, Sri Mulyani menjanjikan terus berupaya mengejar target penerimaan pajak sampai akhir tahun. “Kami akan melakukan upaya identifikasi baseline, melakukan sesuatu secara reguler, dan upaya ekstra berdasarkan informasi sesudah tax amnesty, dari informasi pertukaran data, dan berbagai sumber lain,” katanya.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo membenarkan penerimaan negara pada Desember bisa meningkat drastis. Namun kenaikan itu tidak akan menutupi sisa target lebih dari Rp 280 triliun yang harus dicapai dalam sebulan. peneriaan pajak diperkirakan hanya 90% atau Rp 1.155,6 triliun.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: