
Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Selasa tercatat melemah sebesar Rp1.000 dibandingkan dengan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp623 ribu per gram. Hari ini, harga emas berada di posisi Rp622 ribu per gram dan harga pembelian kembali berada di posisi Rp544 ribu per gram.
Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Selasa, 12 Desember 2017, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp585,7 ribu per gram atau setara dengan Rp5,857 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp580,1 ribu per gram atau setara dengan Rp14,50 juta.
Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp577,1 ribu per gram atau setara dengan Rp28,85 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp575,3 ribu per gram atau setara dengan Rp57,53 juta.
Sementara emas ukuran terbesar mendapatkan harga lebih murah. Untuk pembelian emas dengan ukuran sebesar 500 gram, harganya yaitu Rp573,0 ribu per gram atau setara dengan Rp286,53 juta. “Harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan,” tulis manajemen dalam situs resmi Logam Mulia Antam.
Adapun harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Selain itu, harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 yakni 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). Sedangkan buy back di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 yakni 1,5 persen dan tanpa NPWP tiga persen.
Sementara itu, kontrak emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), menjelang pertemuan Federal Reserve AS pekan ini. Adapun keputusan penetapan suku bunga oleh the Fed biasanya akan memengaruhi pergerakan harga komoditas.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan bertemu pada Selasa dan Rabu waktu setempat. Mereka diperkirakan secara luas akan mengumumkan kenaikan suku bunga lagi di akhir pertemuan FOMC.
Sumber : metrotvnews.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Ekonomi
Tinggalkan komentar