Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5-5,1 persen dalam dua tahun terakhir.
Berbagai upaya telah dan terus dilakukan untuk menangkal Indonesia dari overheating atau kepanasan ekonomi, yaitu laju impor lebih tinggi dibanding ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah memacu pembangunan infrastruktur yang menyebar secara merata di seluruh Indonesia.
Walaupun belum selesai seluruhnya, pemerintah mendorong penyebaran kawasan infrasruktur industri, antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri dan kawasan pariwisata strategis nasional.
“Kita sudah meletakkan dasar dengan membangun infrastruktur untuk berkembang lebih cepat dan merata. Ekonomi pemerintah orde baru ditandai pertumbuhan tinggi, tapi sebentar-sebentar overheating,” kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).
Darmin menjelaskan, apabila terjadi overheating ekonomi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun proyek-proyek pembangunan mulai dipangkas atau dikurangi guna mendinginkan kondisi tersebut.
Overheating Darmin menuturkan , adalah sebuah keadaan pertumbuhan ekonomi tinggi dan langsung diiringi pertumbuhan impor yang lebih cepat. Jika laju impor lebih tinggi dibanding ekspor, maka akan terjadi defisit neraca perdagangan.
“Oleh karena itu, pemerintah mengidentifikasi hulunya. apa saja yang harus dimulai sehingga tidak rentan impor kalau pertumbuhan ekonomi naik,” ujar mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.
Sumber : liputan6.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Ekonomi

Tinggalkan komentar