Senat Loloskan Pajak AS

WASHINGTON. Senat Amerika Serikat (AS) telah menyetujui perombakan sistem perpajakan yang telah berlaku selama lebih dari tiga dekade. Sebelumnya, Kongres AS juga menyetujui RUU pajak yang baru tersebut. Partai Republik memiliki suara mayoritas di Kongres AS.

Untuk persetujuan akhir, RUU tersebut harus kembali dibahas Kongres pada Rabu waktu AS (20/12) . Jika lolos, seperti yang diprediksi, maka hal ini akan menjadi kemenangan legislatif utama bagi Presiden AS Donald Trump.

Namun para kritikus mengatakan paket reformasi pajak tersebut adalah hadiah bagi orang super kaya. Tapi Partai Republik berpendapat, pemotongan pajak untuk korporasi, usaha kecil dan individu akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wakil Presiden AS Mike Pence memimpin pemungutan suara di Senat AS dan mengumumkan hasilnya. “Pada pemungutan suara ini, yang menjawab ya jumlahnya 51, yang menjawab tidak adalah 48. UU Pemotongan Pajak dan UU Ketenagakerjaan diloloskan,” kata Mike.

Sesaat sebelum penghitungan akhir diumumkan, para pengunjuk rasa di depan Gedung Senat meneriakkan “Jangan loloskan UU pajak”. Pemimpin Partai Demokrat Chuck Schumer mengingatkan Partai Republik akan membayar mahal di pemilu tengah tahun 2018 karena telah menyetujui RUU itu.

“Substansi dan polingnya sangat busuk sehingga setahun dari sekarang Partai Republik akan lari dari RUU ini dengan rasa malu karena memilih setuju,” kata Schumer seperti dikutip CNBC.

Sebelumnya di Kongres AS, 12 anggota Partai Republik dan semua anggota Partai Demokrat DPR menentang RUU Pajak itu. Namun beleid pajak tersebut lolos dengan perbandingan suara 227 melawan 203. “Hari ini kami mengembalikan kembali uang rakyat kepada mereka, lagi pula ini adalah uang mereka!” kata Paul Ryan, Ketua Kongres AS.

Pajak baru RUU tersebut secara permanen memotong tarif pajak untuk korporasi dari 35% menjadi 21% mulai 1 Januari 2018. Selain itu, tarif pajak individu juga diturunkan.

Elemen kunci lainnya meliputi, pemangkasan pajak warisan, kredit pajak yang diperluas serta menurunkan pajak atas hasil keuntungan di luar negeri.

Bloomberg mengutip laporan Goldman Sachs Group Inc. melaporkan, paket pajak baru AS tersebut akan menambah tekanan bagi bank sentral di Asia untuk memperketat kebijakan moneternya. Sebab, pemangkasan pajak di AS berpotensi membawa pulang dana-dana hasil keuntungan perusahaan AS yang selama ini tersimpan luar negeri atau repatriasi.

Peningkatan fiskal untuk menggenjot pertumbuhan AS memang akan membantu ekspor Asia. Tetapi, menurut Goldman, ini juga memiliki implikasi bagi The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dan pada gilirannya merembet ke suku bunga di Asia

Menurut perkiraan Citigroup, perusahan asal AS secara keseluruhan memiliki dana hasil keuntungan senilai US$ 2,5 triliun yang tersimpan di luar negeri.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: