Nilai belanjaan bebas bea masuk dinaikkan

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) menaikkan batasan nilai (threshold) bea masuk (BM) untuk barang bawaan penumpang. Ini menjadi berita bagus bagi mereka yang kerap bepergian ke luar negeri dan suka berbelanja barang di negara tetangga.

Saat ini, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188/PMK 04/2010 menetapkan, barang belanjaan dari luar negeri dengan nilai di atas US$ 250 per orang dikenai bea masuk. Merujuk pada PMK No 203/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut, batasan itu dinaikkan menjadi US$ 500 per orang.

Aturan yang diteken 27 Desember 2017 akan berlaku efektif 28 Januari 2018. Alhasil, oleh-oleh dari luar negeri dengan nilai di bawah US$ 500 atau Rp 6,75 juta (kurs US$ 1=Rp 13.500) akan bebas pungutan bea masuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, perubahan aturan ini bertujuan memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang bepergian ke luar negeri menjadi lebih mudah. Apalagi potensi penerimaan bea masuk barang belanjaan pelancong hanya Rp 5 miliar per tahun, sehingga tidak mengganggu penerimaan negara.

“Bagi APBN sangat tidak signifikan, tetapi keributannya sangat gede. Apalagi kalau sampai masuk medsos,” katanya, Kamis lalu.

Selain menaikkan batas nilai barang bebas bea masuk, PMK 203/2017 ini menyederhanakan tarifnya menjadi tarif tunggal sebesar 10%. Sebelumnya, tarif bea masuk bervariasi antara 5%-30%.

Beleid tersebut juga menetapkan batas jumlah barang bebas bea masuk untuk keperluan penggunaan pribadi. Yakni, 10 potong pakaian, dua barang elektronik, dua jam tangan, dan tiga tas.

Kendati terbebas dari bea masuk, Sri menyatakan, impor barang penumpang akan dikenakan pungutan lain. Yakni pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh).

Dirjen Bea dan Cukai Kemkeu Heru Pambudi mengingatkan, barang belanjaan dari luar negeri untuk keperluan pribadi juga dikenai bea masuk jika nilainya melebihi batas, kendati jumlahnya tidak melebihi batas. Bea masuk itu dikenakan atas selisih nilai barang.

“Misalnya 10 pakaian nilai totalnya US$ 600. Kelebihan US$ 100 itu yang terkena bea masuk,” katanya.Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Suryadi Sasmita berharap pemerintah melakukan sosialisasi. “Perlu juga sosialisasi kalau penumpang tetap dikenakan PPN dan PPh,” ujarnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: