Peluang dan Risiko Gerak IHSG di Tahun Politik

Peluang dan Risiko Gerak IHSG di Tahun Politik

Otoritas pasar modal di Indonesia terus melakukan berbagai macam upaya dalam rangka memaksimalkan kinerja industri pasar modal di Tanah Air. Adapun peluang dan risiko ibarat dua sisi mata uang logam yang tidak terpisahkan dari waktu ke waktu. Keduanya dirasa perlu dilihat terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 2018.

Bagi sebagian besar orang, 2018 diharapkan menjadi tahun yang lebih baik lagi dibandingkan dengan di 2017. Hal yang lebih baik itu seperti kondisi keuangan, kondisi kesehatan, percintaan, aktivitas atau target bisnis, hingga mencapai imbal hasil investasi yang tinggi dari modal yang ditanamkan di sebuah instrumen investasi. Semuanya diharap bisa lebih baik.

Rasa serupa juga ada di industri pasar modal Indonesia. Banyak harapan agar industri pasar modal bisa terus tumbuh lebih baik dibandingkan dengan di 2017. Meski banyak tantangan yang akan muncul di tahun depan, namun beberapa kalangan menilai tantangan tersebut tidak memberikan tekanan signifikan untuk IHSG memberikan imbal hasil tinggi.

Perkiraan tersebut bukan isapan jempol semata. Jika masih ingat, di awal 2017 banyak yang menilai IHSG sulit menembus level 6.000 karena situasi dan kondisi ekonomi global tengah tidak menentu dan perekonomian nasional mendapatkan sentimen negatif, serta ujungnya memberi tekanan terhadap gerak IHSG. Tapi, di akhir perdagangan 2017 kondisi itu terbantah.

Pada Jumat sore, 29 Desember 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup perdagangan pasar modal di 2017. Saat penutupan, IHSG tercatat menguat sebanyak 41,61 poin atau setara 0,66 persen dan menembus level 6.355,65. Sepanjang hari terakhir di 2017 itu, IHSG mampu bertahan untuk tidak terhempas ke zona merah.

Adapun IHSG menutup akhir 2017 dengan naik 19,98 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2016 yang berada di level 5.296,71. Pertumbuhan IHSG dalam setahun ini menjadi yang tertinggi sejak 2014 saat tumbuh 22,29 persen dari 4.274,18 menjadi 5.226,95. Kenaikan IHSG tahun ini juga terbilang istimewa karena langsung dihadiri Presiden Jokowi.

Tidak hanya itu, transaksi bernilai Rp28,38 triliun tercatat yang terutama berasal dari crossing saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp15,9 triliun. Setidaknya ada 21 pencapaian penting yang disampaikan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dalam sambutannya sebelum menutup perdagangan.

Pencapaian itu adalah catatan-catatan rekor IHSG seperti nilai kapitalisasi pasar tertinggi Rp6.993 triliun, kenaikan rata-rata nilai transaksi harian Rp7,52 triliun, rata-rata volume transaksi harian 11,9 miliar, rata-rata frekuensi tertinggi 312.000 kali, sebanyak 37 emiten baru, fund raising tertinggi Rp801 triliun, hingga peningkatan kekayaan investor lokal Rp432 triliun.

Selain itu, kontribusi pasar modal terhadap penerimaan pajak lebih dari 10 persen, jumlah investor yang mencapai 1,12 juta, desa nabung saham, dukungan terhadap amnesti pajak, sampai pembinaan 42 perusahaan startup. Semua prestasi ini yang akhirnya membuat Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada otoritas pasar modal di Tanah Air.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: