Kenaikan Produksi Menekan Harga Kopi

Jakarta. Kinerja ekspor kopi tahun ini diperkirakan bakal lebih baik. Kenaikan ekspor kopi didukung oleh kenaikan produksi kopi dalam negeri yang diperkirakan mencapai 10% dibandingkan tahun 2017 kemarin.

Salah satu penyebab kenaikan produksi adalah kondisi cuaca yang lebih baik dan semakin pulihnya tanaman kopi dari dampak El Nino pada 2015. Itulah sebabnya sejumlah sentra perkebunan kopi Tanah Air diperkirakan akan menikmati hasil lebih tinggi.

Jika pada tahun 2017, produksi kopi diperkirakan mencapai 10 juta hingga 10,5 juta karung atau setara 600.000 ton-630.000 ton dengan ukuran per karung 60 kilogram (kg), maka tahun ini produksi kopi akan mencapai 11 juta karung. Jumlah itu setara 660.000 ton atau naik sekitar 10% dari tahun 2017.

Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Moelyono Soesilo mengatakan, pada tahun 2017 sebenarnya sebagian besar tanaman perkebunan kopi sudah pulih dari dampak El Nino tahun 2015. “Jadi memasuki tahun 2018, produksinya pasti lebih baik lagi,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (3/1).

Peningkatkan produksi kopi ini akan berdampak pada kenaikan volume ekspor kopi tahun 2018. Moelyono memproyeksikan ekspor kopi akan meningkat sekitar 26,6% menjadi sebesar 380.000 ton dari tahun 2017 yang hanya sekitar 300.000 ton saja.

Namun, kenaikan ekspor kopi tidak hanya terjadi di Indonesia, juga negara lain seperti Brasil dan Vietnam. Karena itulah harga kopi di pasar global tahun ini di perkirakan bakal tertekan turun. “Ada recovery kopi robusta di Brasil dan Vietnam, sementara untuk kopi Arabica hampir semuanya ada perbaikan produksi, seperti di Brasil dan Kolombia,” terang Moelyana.

Menurut Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) Syafrudin penurunan harga tidak akan terlalu besar. Sebab kebutuhan produksi kopi terus meningkat. Permintaan produk kopi di sejumlah negara terus naik seiring dengan makin banyaknya orang yang suka minum kopi.

Hal serupa juga akan terjadi di pasar domestik. Permintaan kopi akan terus meningkat, terlihat dari banyaknya kedai kopi yang bermunculan. Untuk itu, ia mendesak pemerintah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas produk kopi Indonesia. Ia juga mendorong perbaikan tata kelola mulai dari masa penanaman hingga pasca panen. “Perlu ada pembukaan lahan baru untuk peremajaan tanaman kopi,” imbuhnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: