Terlalu Tinggi, Target Pajak 2018 Perlu Direvisi

Target penerimaan pajak tahun depan yang dipatok Rp1.423,9 triliun dinilai terlalu tinggi. Pasalnya, berdasarkan basis realisasi pajak tahun 2017 yang terkumpul Rp1.151,5 triliun, maka target pajak 2018 mengasumsikan pertumbuhan penerimaan pajak hingga 24 persen.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, meski penerimaan pajak tahun lalu menunjukkan tren yang positif, hal tersebut belum cukup kuat untuk menopang target pajak 2018.

“Revisi target pajak 2018 menjadi opsi yang dapat diambil agar APBN 2018 tetap kredibel dan realistis,” kata Yustinus, Rabu (3/1/2018).

Menurut Yustinus, kenaikan target pajak yang terlalu tinggi di tengah kapasitas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang terbatas bisa menimbulkan keputusan jangka pendek yang pada akhirnya menciptakan praktik pemungutan pajak yang tidak adil.

“Misalnya pembayaran pajak di muka atau kontribusi di akhir tahun yang memberatkan wajib pajak, terutama BUMN,” ujarnya.

Yustinus juga mendorong agar Kementerian Keuangan terus mendorong percepatan reformasi pajak supaya kapasitas institusi pemungut pajak meningkat, administrasi lebih baik, dan kepastian hukum meningkat.

Dia juga berpendapat, pemungutan pajak yang lebih soft pada tahun depan dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi yang sedang bergerak menuju pemulihan dan situasi sosial politik yang menghangat. Meski penegakan hukum yang tegas tetap dapat dilakukan, Yustinus menyarankan agar langkah tersebut didasarkan pada analisis risiko yang baik.

“Penerapan Compliance Risk Management (CRM) yang mampu memilah wajib pajak berdasarkan risiko akan sangat membantu upaya peningkatan kepatuhan sukarela. Perbaikan kualitas belanja APBN yang semakin baik juga akan mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak, ”ujar dia.

Pemerintah, kata dia, bisa mengoptimalkan penerimaan pajak melalui implementasi pertukaran data otomatis untuk kepentingan perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) yang akan memberikan asupan informasi keuangan yang lebih akurat.

Secara umum, Yustinus mengapresiasi kinerja jajaran Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu atas pencapaian di tahun 2017 yang lebih baik dibandingkan tahun 2016 maupun 2015, baik dari sisi nominal maupun persentase. Ditjen Bea Cukai disebutnya bahkan berhasil melampaui prediksi dan ekspektasi.

“Ini adalah hasil optimal yang dapat dicapai. Di tengah kondisi perekonomian yang belum menggembirakan dan masih dalam fase pemulihan, pemungutan pajak yang agresif dan dipaksakan justru akan mengganggu perekonomian,” tuturnya.

Sumber : inews.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: