5 Pajak Aneh yang Pernah Ada di Dunia

Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, ada beberapa jenis pajak yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebut saja pajak pertambahan nilai, pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, hingga bea materai.

Namun, mungkin tidak banyak yang tahu, ada beberapa pajak unik nan aneh yang pernah diberlakukan di dunia ini. Kompas.com merangkum 5 pajak aneh yang pernah ada di masa lampau.

  1. Pajakjendela

Tahun 1696 di Inggris, Raja William III memperkenalkan pajak jendela, yakni mengenakan pajak kepada rumah berdasarkan jumlah jendela yang dimiliki. Akhirnya, banyak jendela di rumah yang ditutup dengan batu bata untuk menghindari pengenaan pajak.

Pada tahun 1851, pajak itu akhirnya tak diberlakukan lagi. Pasalnya, pengenaan pajak ini menimbulkan berbagai keluhan kesehatan lantaran minimnya pergerakan udara di rumah usai jendelanya ditutup dengan batu bata dan semen.

  1. Pajak jenggot

Kaisar Peter Agung dari Rusia, yang lahir tahun 1672, memperkenalkan pajak jenggot pada era 1700-an. Pada masa itu, memiliki jenggot adalah hal yang lumrah bagi kaum pria Rusia.

Agar seseorang bisa memelihara jenggot, maka ia harus membawa sebuah tanda bukti bahwa ia sudah membayar pajak jenggot.

  1. Pajak bujangan

Di negara bagian Missouri, AS, pria yang masih melajang dan berusia 21-50 tahun dikenakan pajak yang lebih tinggi ketimbang pria yang sudah menikah. Pajak yang diberlakukan pada tahun 1820 silam ini sebesar q dollar AS per tahun.

Di masa sekarang, besaran pajak tersebut setara dengan 20 dollar AS atau sekitar Rp 270.000. Pajak lajang semacam ini kabarnya masih berlaku di beberapa negara.

  1. Pajak air seni

Pada abad 1 Masehi, kaisar Romawi Vaspasian memberlakukan pajak air seni, yakni mereka yang membeli air seni harus membayar pajak. Kala itu, air seni adalah bahan penting dalam sejumlah proses kimia dan sumber amonia untuk membersihkan dan memutihkan toga, busana khas Romawi.

Oleh sebab itu, pastilah air seni adalah barang yang bernilai. Ini yang menjadi alasan hasil sekresi tumbuh tersebut dikenakan pajak.

  1. Pajak lilin

Inggris memperkenalkan pajak lilin pada tahun 1789 silam. Warga dilarang membuat lilin sendiri kecuali mereka telah mendapatkan izin dan kemudian membayar pajak atas lilin yang diproduksi. Pajak ini kemudian dihapus pada 1831, berujung pada popularitas lilin yang kian meluas.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: